antara aku kau dan dia part 11 semoga bukan akh gawat

Aku memang bukan seorang ustadz, alim ulama, guru dsb. tapi hanyalah seorang biasa yang risau terhadap fenomena yang sering kutemui baik di kampus maupun di tempat-tempat lain. Sebuah fenomena yang kalau kupikir-pikir ternyata tidak masuk akal dan sudah dianggap lumrah oleh banyak orang. Apa itu? Let’s check it out!

Suatu hari di akhir tahun 2011 seperti biasa aku ngampus untuk pergi ke lab dll. Ketika lewat di depan selasar, tiba-tiba ada pemandangan aneh yang tertangkap mataku, yaitu ada seorang akhwat sedang duduk berdekatan dengan seorang mahasiswa. Kok bisa-bisanya? Yah, mungkin saja mereka bersaudara atau pasangan suami istri.
Continue reading “antara aku kau dan dia part 11 semoga bukan akh gawat”

Advertisements

antara aku, kau dan dia part 6 (jangan jatuh cinta, tapi bangun cinta)

Ah, berhenti sebentar menggarap tugas presentasi STA. Beberapa waktu lalu, aku mendapatkan film dari @miftahfaried yang berisi tentang cinta-cintaan gitu. Mungkin masalah ini sampai kiamat tidak akan pernah bosan untuk dibahas dan dikaji, mulai anak muda yang sedang mencari cinta hingga para orang tua yang ingin mengatur cintanya.

Continue reading “antara aku, kau dan dia part 6 (jangan jatuh cinta, tapi bangun cinta)”

Antara, aku, kau dan dia part 2 an Ending

Pagi hari setelah posting antara aku, kau dan dia ke blog rasanya agak sedikit mendingan, tapi entah kenapa ketika siang hari tadi tiba-tiba perasaanku galau lagi. Ya, melupakan bukanlah suatu perkara yang mudah dilakukan dan tidak dapat dilakukan dengan instan karena semua itu butuh proses sama halnya ketika dia masuk ke dalam pikiran kita dan mengenggam hati kita, tentu tidak dalam serta merta kan? Otak kita telah terbiasa menghadirkan gambaran tentang dia sehingga menimbulkan perasaan tenang, tenteram, damai, indah. Ketika kita memaksa otak untuk melupakannya maka sebagai konsekuensi adalah otak akan memberikan gambaran tentang kecewa, sedih dll. Kemunculan rasa-rasa ini didukung dengan adanya perasaan ketidakikhlasan dalam hati kita untuk melepaskannya. Nah, rasa ketidakikhlasan ini juga yang membuat mental kita down/drop ketika cinta kita bertepuk sebelah tangan.

Continue reading “Antara, aku, kau dan dia part 2 an Ending”