Antara aku kau dan dia part 69 menggenapkan, memahami dan melindungi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Lama sekali tidak menulis di blog ini..oh ya, nanti saya nulis tentang komputasi lagi hehe tetapi sekarang saya pengen menulis tentang istri saya..
Alhamdulillaah saya telah menikah dengan dd sebulan yg lalu..banyak hal yang terjadi setelah menulis tentang dd. Dd pulang ke jogja, kemudian mengurus nikahan sendirian, macem-macem lah pokoknya…

Gimana rasanya menikah ? Awalnya saya sangat deg-degan menjelang hari H..alhamdulillah semua berjalan dengan lancar..kami melewati hari-hari bersama dengan bahagia. Bagi saya, dd adalah cinta sejati saya. Semua rasa cinta dan kasih sayang, saya tumpahkan ke dd, istri saya seorang. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya tidak pengen berpisah dengan dd sedetik pun. Momen paling sedih adalah ketika melihat dd sakit 😢 minggu lalu. 

Saya selalu bersyukur kepada Allah karena telah memberikan dd sebagai pendamping. Bagi saya, dd adalah yang terbaik bagi saya..

Semua sudah terasa komplit, hidup saya sudah tergenapkan sekarang. Ada partner yang insyaAllah menemani hingga ke surga nanti (aamiin)

Apakah cuma sekedar menggenapkan ? Tentu saja tidak, rumah tangga memerlukan hal lain antara lain saling memahami. sampai sekarang kami terus belajar memahami satu sama lain. kalau lagi seneng, terlihat dari wajahnya yang cerah, kalau lagi sebel lain lagi tandanya, kalau mau maem di luar biasanya bilang mas di situ enak, di sana juga enak , sudah buka belum ya dst. 

Memahami karakter satu sama lain merupakan hal penting dalam mempertahankan rumah tangga. Begitu juga dengan mengurangi ego diri sendiri karena sudah tidak ada lagi aku dan kmu melainkan kita. Ya, tujuan kita ketika membuat komitmen berkeluarga itulah yang lantas menjadi fokus. Apa yang saya lakukan saat ini pun demi mewujudkan hal yang dd minta..

Bagi saya , dd adalah hal paling berharga yang harus saya lindungi, meski sekarang kami terpisah jauh tak lupa di setiap doa selalu saya pinta agar Allah melindunginya, menjaganya dari semua hal buruk. Tak lupa terus mengingatkan dd di setiap telponan, paling tidak mengingatkan sholat tepat waktu, ngajinya dijaga, jangan lupa minum air putih yang banyak, maem yang banyak, ndak usah ikut-ikutan diet, jangan sampai sakit. Terkadang khawatir juga ketika dd tidak dapat dihubungi, duh jangan2 kenapa-napa, jangan2 hpnya ketinggalan, lagi ke mana dll.. Ya Allah, kenapa gak berada di sisi istri, pengen pulang, pengen tau kabar dari dd 😢😢

Semoga saja kami lekas dipertemukan kembali secepatnya..

Setelah menikah saya baru menyadari bahwa meninggalkan istri itu berat, lebih berat daripada meninggalkan ibu dan adik. Ketika berada di penerbangan, bayangan dd selalu muncul, kangen. Sampai sekarang pun tiap malam mimpi bertemu dd. 

Mengapa ? Karena istri hakikatnya adalah bagian dari diri kita sendiri. Akad nikah pada hakikatnya adalah deklarasi bahwa dia akan menjadi tanggung jawab kita, menjadi bagian dari hidup kita. Ada ikatan emosional suami istri yang membuat saling terikat satu sama lain. Ikatan yang tak dapat tergantikan dengan apapun, sama-sama tulus saling mencintai, menjaga, menyayangi hingga nanti. Saya sering bilang ke dd dulu bahwa kita menikah bukan cuma sehari dua hari doang, tetapi hingga ke surga. Dd, istri di dunia dan akhirat, pokoknya berusaha di surga istrinya dd…

Advertisements

antara aku,kau dan dia part 10 bis kota jalur 15

Hari ini sudah hari ketiga sejak Kamis kemarin, tapi kejadian di hari itu masih saja teringat-ingat, hmm. Seperti biasa, setiap Kamis aku selalu pergi ke kampus dengan naik bis begitu juga pada hari ini. Maklumlah, karena aku tidak suka memarkir motor hingga siang, semua urusan harus selesai sebelum siang dan hari itu aku pulang sore jadi kuputuskan naik bis saja. Toh, aku terakhir kali naik bis pas ujian pendadaran kemarin. Continue reading

antara aku, kau dan dia part 6 (jangan jatuh cinta, tapi bangun cinta)

Ah, berhenti sebentar menggarap tugas presentasi STA. Beberapa waktu lalu, aku mendapatkan film dari @miftahfaried yang berisi tentang cinta-cintaan gitu. Mungkin masalah ini sampai kiamat tidak akan pernah bosan untuk dibahas dan dikaji, mulai anak muda yang sedang mencari cinta hingga para orang tua yang ingin mengatur cintanya.

Continue reading

Antara, aku, kau dan dia part 2 an Ending

Pagi hari setelah posting antara aku, kau dan dia ke blog rasanya agak sedikit mendingan, tapi entah kenapa ketika siang hari tadi tiba-tiba perasaanku galau lagi. Ya, melupakan bukanlah suatu perkara yang mudah dilakukan dan tidak dapat dilakukan dengan instan karena semua itu butuh proses sama halnya ketika dia masuk ke dalam pikiran kita dan mengenggam hati kita, tentu tidak dalam serta merta kan? Otak kita telah terbiasa menghadirkan gambaran tentang dia sehingga menimbulkan perasaan tenang, tenteram, damai, indah. Ketika kita memaksa otak untuk melupakannya maka sebagai konsekuensi adalah otak akan memberikan gambaran tentang kecewa, sedih dll. Kemunculan rasa-rasa ini didukung dengan adanya perasaan ketidakikhlasan dalam hati kita untuk melepaskannya. Nah, rasa ketidakikhlasan ini juga yang membuat mental kita down/drop ketika cinta kita bertepuk sebelah tangan.

Continue reading