Antara aku, kau dan dia part 59 Perjalanan ke Innsbruck

assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

kali ini beneran full cerita perjalanan ke Innsbruck berdasarkan pengalaman saya. Pertama kali datang ke Innsbruck menggunakan maskapai Lufthansa dengan rute Jakarta – Kuala Lumpur – Frankfurt – Innsbruck.

Dengan pertimbangan bahwa aku ki cah ndeso, rute tersebut merupakan rute paling simple yang pernah tak gunakan,meski di frankfurt ada sedikit kendala karena gate ke Innsbruck ternyata berbeda dengan yang tercetak di boarding pass, tapi ga masalah lah karena nanti bisa dicari. Oleh karena itu ketika memesan tiket penerbangan untuk kedua kalinya, saya mencari rute yang sama dengan yang pertama kali dulu tapi ternyata…aaakkk…noooo.

karena tiket saya di-cover oleh beasiswa jadi tidak perlu pusing memikirkan berapa harga tiket, tapi yang perlu diingat adalah TIKET ITU TERAKHIR DIURUS, SEBELUM MENGURUS VISA JANGAN MEMBELI TIKET. Perjalanan kedua ini, saya mendapatkan tiket Qatar Airways dengan rute jakarta – dhoha – frankfurt – innsbruck. sementara untuk ke jakarta saya menggunakan Garuda *baru kali ini naik pesawat sekelas Garuda*

Oh ya lupa mengenai apa saja yang harus dibawa hal ini tergantung dari banyak faktor sih, koperku kemarin beratnya cuma 22 kg😀😀😀. Oke, kita tidak membahas faktor gender di sini. Faktor yang tak maksud adalah pertama kamu datang di musim panas atau dingin. musim panas di ibk hampir sama dengan musim kemarau di indonesia jadi tidak perlu membawa jaket yang tebal dll. nah, karena saya datang di musim dingin maka jaket adalah prioritas utama, meski nanti juga bisa beli di sini meski mahal sekali hahaha. jadi kemarin saya cuma membawa baju, abon, mie instan dan bumbu pecel. bahan makanan sangat penting terutama bagi lidah indonesia tulen. alat masak memang tidak sengaja tidak saya bawa karena ada warisan dari mahasiswa sebelumnya (makasih banyak Pak Agung).  Umm, kemudian apalagi ? ah iya semua dokumen termasuk ijasah, transkrip dibawa saja itu penting untuk keperluan administrasi di kampus serta jangan lupa memberitahukan kedatangan kita kepada pengelola studentheim beberapa hari sebelum kita sampai di ibk.

oke, sekarang kita siap berangkat, setelah pamitan dan minta doa restu ke orang tua, teman-teman, senior, pacar mungkin, yang jelas pastikan kondisi sehat karena kita akan menempuh perjalanan panjang dan melelahkan. oiya, jangan lupa memilih jeda yang cukup antar masing-masing penerbangan. kita asumsikan rutenya adalah sebagai berikut : jogjakarta – jakarta – dhoha -frankfurt – innsbruck. penerbangan dari jakarta  ke dhoha atau ke frankfurt biasanya malam hari *menurut pengalaman sih begitu*, jadi kita bisa berangkat dari jogjakarta siang hari, misalnya take off jam 1 siang atau jam 2 siang, jadi kita masih punya waktu yang cukup untuk pindah terminal. penerbangan internasional di cgk berada di terminal 2 sementara garuda akan landing di terminal 3 jadi perlu diperhitungkan waktu antar terminal, pengambilan bagasi dll. Qatar airways berada di terminal 2E kalau tidak salah, nah di sini sebenarnya bisa dibilang agak sedikit masalah karena Qatar airways hanya memiliki kerja sama bagasi dengan Austrian airlines maka bagasi kita memang akan langsung sampai ke Innsbruck tetapi tidak dengan boarding pass. kita hanya diberikan boarding pass hingga di dhoha, setelah itu kita harus cek in lagi di frankfurt. oke, jika bandaraya segedhe cgk atau adi sucipto itu tidak masalah tetapi masalahnya frankfurt lebih gede dari itu dan kalau kesasar alamat ketinggalan pesawat.

perjalanan menggunakan Qatar airways cukup nyaman dan makanan yang disajikan pun masih ada cita rasa Indonesia, masih berbumbu dll. perjalanan ke dhoha ditempuh dalam waktu sekitar 8,5 jam, oleh karena itu ketahanan fisik sangat diperlukan di sini. nah, berbeda dengan lufthansa, transit di dhoha mengharuskan ganti pesawat, jadi begitu selesai turun dan melewati pemeriksaan keamanan kita harus bergegas menuju gate yang dituju. pokoknya harus ketemu gate tersebut daripada ketinggalan pesawat. sampai di sini, saya mencoba web cek in untuk boarding pass di Austrian airlines gagal, entah apa yang terjadi ketika itu, tapi nyatanya memang tidak bisa. saya sendiri tidak sempat menikmati dhoha seperti itu apa, yang jelas gedhe hahaha. oh ya, di sini mumpung ada wifi, saya mengontak mas saleh untuk dicarikan di mana konter tiket Austrian airlines di frankfurt dan sempat ketar ketir juga karena khawatir kalau pesawat akan mendarat di terminal 2 Frankfurt bukan ke terminal 1. fix, sepanjang perjalanan saya tidak bisa tidur karena hanya memiliki waktu sekitar 2 jam sebelum berangkat ke ibk dan tidak memiliki boarding pass juga. menjelang mendarat di frankfurt, saya baru sadar bahwa Munich ternyata lebih dekat ke ibk daripada frankfurt, ahhh siaaallll… dari dulu kenapa ga paham pelajaran geografi dan mendadak teringat cerita dosen saya yang berangkat ke ibk melalui rute : jakarta – dubai – munich. dari munich kemudian dilanjutkan dengan travel yang hanya membutuhkan waktu 2 jam untuk ke innsbruck. aaakkkk…nooooo! yo weslah, akhirnya saya mendarat di terminal 1, alhamdulillaah tidak perlu pindah terminal karena memang tidak tahu bagaimana caranya. nah, ternyata di Jerman pemeriksaan keamanan lebih ketat. karena di tas saya isinya selusin bungkus kopi dan sekilo abon ternyata sempat dicurigai oleh pihak keamanan di sini. perlu diingat jangan sampai kesasar di frankfurt, kesasar berarti ketinggalan pesawat dan karena saya hanya punya waktu dua jam untuk mencari gate yang benar dan entah bagaimana caranya harus mendapatkan boarding pass, maka dengan bergegas saya pergi menuju gate yang dituju dan alhamdulillaah, nemu gate yang dimaksud pada puku 07.00, btw, landing jam 06.30an. selagi menunggu gate yang dimaksud buka dengan iseng saya mencoba cek in via web, finally, i got my boarding pass! fuih, aman sudah sekarang, tinggal menuju pesawat yang akan ke innsbruck.

perjalanan ke innsbruck memakan waktu sekitar 50 menit, hampir sama antara jakarta -jogja. sepanjang penerbangan tidak banyak yang bisa dilihat karena tertutup awan, tetapi apabila kamu melihat pegunungan, itu artinya kamu sebentar lagi akan tiba di Innsbruck. total perjalanan dari rumah hingga ke Innsbruck memakan waktu 24 jam, abaikan perbedaan waktunya. jika kita berangkat jam 10 pagi dari rumah, maka jam 10 pagi waktu Innsbruck keesokan harinya kita akan sampai di Innsbruck. benar-benar perjalanan yang panjang dan melelahkan…

oke, sebagai rangkuman saja, karena saya tidak suka repot, maka tak sarankan carilah maskapai yang bisa langsung mencetak boarding pass ke Innsbruck seperti lufthansa atau kedua, coba rute yang turun di munich kemudian cari travel untuk pergi ke innsbruck. turun di Wien, tidak disarankan karena kita harus mencari kereta ke innsbruck yang harga tiketnya lumayan juga.

p.s tiket pesawat ternyata lebih murah disini daripada di Indonesia

 

One thought on “Antara aku, kau dan dia part 59 Perjalanan ke Innsbruck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s