Antara aku, aku dan dia part 58 belajar di Innsbruck

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

bagian pertama dari rangkaian tulisan kembali ke Innsbruck adalah belajar di Innsbruck. Pertanyaan mendasar mengapa harus belajar ke Innsbruck atau Austria pada umumnya ?

Jawaban sederhananya karena di sini memang cocok untuk belajar. Dengan suasana yang tenang, kemudian riset yang selalu bergerak ke depan serta kolaborasi internasional dengan kampus-kampus di Indonesia menjadikan Univ of Innsbruck pilihan saya untuk belajar kembali. Kalau dari segi SPP, SPP di sini termasuk tidak terlalu mahal, pada kisaran 9 juta rupiah. meski di sisi lain ada kekurangannya juga misalnya jauh dari Indonesia, budaya masyarakat eropa yang berbeda dengan negara kita seperti minum wine, bir, pergaulan yang kadang bebas antara pria – wanita dll.

Oke, jika sudah yakin akan belajar di Innsbruck maka hal pertama yang dilakukan adalah mendapatkan Letter of Acceptance (loa) dari Profesor di sini.  Loa ini penting untuk keperluan mengurus persyaratan beasiswa, housing, visa dll semacam surat sakti lah. Dulu loa bisa saya dapatkan karena ada bantuan koneksi dari dosen pembimbing dan ada kerja sama antara theoritical chemistry institute dengan aic.

nah setelah kita mendapatkan loa, maka langkah selanjutnya adalah melihat persyaratan pendaftaran doktoral di web uibk (bisa dicari di google). seingat saya untuk mahasiswa doktoral kita butuh ijasah dan transkrip nilai dari jenjang S1 dan S2, loa profesor, mengisi formulir pendaftaran, CV, terjemahan resmi ijasah dan transkrip  dari kampus asal, abstrak tesis. Untuk ijasah dan transkrip harus diterjemah ke dalam bahasa jerman oleh penerjemah TERSUMPAH dan dilegalisasi oleh KEMENKUMHAM, KEMENLU dan KEDUBES AUSTRIA di Jakarta. Proses ini merupakan proses yang panjang dan mahal. Eh, bukan cuma ini saja yang harus diterjemah, semua dokumen yang ditandatangani oleh pejabat di Indonesia harus diterjemahkan ke dalam bahasa jerman.

Karena proses legalisasi itu lama dan mahal maka ada baiknya semua dokumen yang perlu dilegalisasi disiapkan baru kemudian dilegalisasi. dokumen lain yang perlu dilegalisasi antara lain kutipan kedua dari akta kelahiran dan SKCK dari MABES POLRI *SKCK HARUS DARI MABES POLRI, POLDA HANYA MENGELUARKAN REKOMENDASI. SKCK DARI POLDA HANYA UNTUK TKI/TKW*

jadi skenarionya begini : minimal butuh 4-6 bulan untuk mengurus dokumen ke kampus, misal kita dinyatakan diterima beasiswa bulan April, maka kita bisa mendaftar untuk winterterm, bulan Oktober.

Nah, selagi nunggu proses legalisasi yang lama itu, kita harus menyiapkan housing. housing harus dipersiapkan sedini mungkin karena sulit mendapatkan housing di Innsbruck untuk mahasiswa karena biasanya sudah penuh. pengurusan housing paling gampang bisa mengontak OeAD housing. Nanti mereka yang akan membantu mencarikan housing di Innsbruck. kita tinggal memilih lokasi pengin tinggal di mana. Semakin jauh dari kampus biasanya makin murah, tapi kalau dihitung-hitung dengan biaya bus, jatuhnya ya sama saja. misal kita tinggal di housing yang harganya 323 euro (di pinggiran Innsbruck, sekitar 20-30 menit naik bis) kemudian langganan bis setahun dengan biaya per bulan 27,5 euro maka harganya akan kurang lebih sama dengan housing yang berada di tengah kota. namun perlu diingat, sekali lagi sulit mendapatkan housing di tengah kota. prinsip pengurusan housing adalah yang paling cepat membayar maka yang pertama kali dilayani. bayarnya berapa ? kita harus deposit 950 euro dan ditransfer ke rekening OeAD housing. kalau dihitung-hitung transfer dari Indonesia bisa kena 1000 euro lebih (950 euro + biaya transfer). biasanya dalam waktu dua atau tiga minggu setelah mereka menerima deposit, kita akan diberi konfirmasi tempat tinggal.  

Setelah proses legalisasi yang lama dan mahal itu selesai, cek kembali dokumen kita apakah sudah sesuai dengan persyaratan yang ada di web univ. kalau sudah lengkap, maka kita siap mengirim dokumen ke bagian admisi uibk. Untuk pengiriman via EMS pos, harganya sekitar 450 ribu rupiah dan memakan waktu sekitar 3 minggu *meski kata mas e maksimal 2 minggu sudah sampai*

Proses pendaftaran di uibk sendiri bisa memakan waktu satu bulan tetapi alhamdulillaah kemarin cuma satu minggu sudah selesai, setelah selesai mereka akan mengirimkan surat / loa univ ke alamat pos kita, bisa juga via email. kalau kemarin dua-duanya dikirim sih😀. untuk yang via pos bisa memakan waktu satu bulan lebih dan yang via email hanya memakan waktu satu jam setelah mereka membalas kita😀😀. surat dari univ ini penting untuk pengurusan ijin tinggal dan akan ditanya ketika di imigrasi bandara.

Oke, kita asumsikan bahwa sekarang kita sudah memiliki surat dari univ, akta kelahiran yang telah dilegalisasi, asuransi perjalanan *untuk asuransi perjalanan bisa menggunakan ACA saja yang murah, sekitar 650ribu rupiah*, surat keterangan housing, SKCK yang telah dilegalisasi dari MABES POLRI, maka kita bisa mengurus ijin tinggal dan visa ke KEDUBES Austria di Jakarta.

Pengurusan ijin tinggal di Austria harus datang sendiri ke KEDUBES Austria di Jakarta, tidak dapat diwakilkan. semua berkas yang telah disebutkan di atas harus dibawa, jangan lupa difotokopi terlebih dahulu. berbeda dengan apa yang ada di web, seingat saya tiket tidak diperlukan di sini. kemudian SKCK akan disimpan oleh pihak kedubes, sementara surat dari univ yang asli akan diminta untuk dikirim ke Innsbruck. Kita juga wajib mengisi formulir dalam bahasa jerman. nah, apabila dokumen tersebut sudah disetujui oleh pejabat di kedubes, maka dokumen akan dikirim ke ibk untuk diproses. oh ya, jangan lupa bawa uang cash, seingatku kita bayar sekitar 1,2 juta rupiah. perjalanan masih belum berhenti sampai di sini, kita harus menunggu dari Kedubes mengenai bagaimana proses ijin tinggal kita di Ibk. Apabila ijin tinggal telah disetujui oleh bagian kependudukan di ibk maka pihak kedubes akan memberitahukan kepada kita dan menanyakan kapan kita akan datang untuk mengurus visa.

nah, ketika pengurusan visa inilah tiket sekarang diperlukan. nanti saya jelaskan rute penerbangan yang kemarin sekalian cerita😀. untuk pengurusan visa syaratnya relatif mudah karena hanya butuh formulir visa D, asuransi perjalanan dan tiket penerbangan. yang patut diingat adalah pengurusan visa D memakan waktu minimal dua minggu, jadi pastikan tiket kita tidak terlalu mendadak, paling aman ada jarak sebulan dari dokumen visa kita masuk ke Kedubes. Nah, setelah dua minggu jangan lupa tanyakan via email mengenai visa kita apakah sudah jadi atau belum. Daaaan, jika visa kita sudah jadi maka kita wajib datang sendiri ke Kedubes untuk mengambil visa D dan selamat ! sekarang siap berangkat ke Ibk

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s