antara aku kau dan dia part 59 sepanjang jalan kenangan

assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

lagi-lagi nulis ndak jelas lagi  hahaha😀 . kali ini saya ingin membahas tentang sepanjang jalan kenangan. nah lho ?

12644800_567302846778741_5133314527702188040_n

Jalan di pinggir sungai Inn

jalan itu berada di tepian sungai Inn. dulu waktu di Ibk hampir setiap hari melalui jalan itu untuk ke CCB, berangkat pagi-pagi sekali dan pulang sore hari. pertama kali datang ke sana bareng Lorenz, hanya beberapa jam setelah mendarat di Ibk. huf, hampir setahun yang lalu, lantas mengapa jalan itu menjadi jalan kenangan ? ya, jalan itu berkaitan erat dengan seseorang di Indonesia waktu itu, seseorang yang dulu sempat tak ingat-ingat terus sejak berada di Ibk. entah kenapa sejak berada di sana, saya jadi berani menulis status-status tentangnya di jejaring sosial, meski tanggapannya waktu itu dingin. begitu juga, dengan foto-foto ulang tahun yang tak buat di Ibk, dingin.

kala itu, saya tak mengenal kata menyerah, sama seperti mengerjakan penelitian yang tidak kunjung selesai, target tinggi dari thomas, harapan dari pak ria yang tidak boleh saya kecewakan. namun, semua berakhir di hari itu, 19.08.015 jam 07:15 pagi waktu ibk, seperti biasa saya sedang berjalan di sana, tepat di titik pengambilan foto itu, tiba-tiba hp saya berbunyi, ada pesan dari seorang teman yang mengatakan bahwa dia sudah punya kekasih lama sekali. waktu itu, dunia seperti berputar, rasanya pengin pulang balik ke savoy saja, tapi tidak bisa karena hari itu ada rapat dengan thomas. ya sudahlah, akhirnya saya tetap berangkat ke CCB. sesampainya di ruangan, saya tidak melakukan apa-apa, menatap layar monitor dengan tatapan kosong, semua hipotesis, tanggapan dingin, semua kejadian itu rasanya berputar di kepala, pengin nangis tapi malu, pengin pulang ndak bisa. hari terburuk di CCB menurut saya ketika itu.

siang harinya, thomas menyuruh saya membuat poster untuk keperluan presentasinya di Indonesia sekaligus menawarkan beasiswa doktoral kepada saya. ah, entah apa yang ada di pikiran saya waktu itu, semua campur aduk, asli benar-benar tidak dapat berpikir dengan jelas. poster tetap saya kerjakan, tetapi entah kenapa keinginan ketika itu hanya segera pulang. opo lah saya ini, ketika tahu pacarnya berada di groningen, belanda, menempuh master di sana.

sore hari itu, hujan rintik-rintik turun membasahi jalan itu, entah air mata atau air hujan yang turun di pipi  ketika melewati jalan itu lagi. benar-benar merasa tolol, mengapa selama setahunan ini menyukai seseorang yang bahkan nama saya tidak ada dalam pikirannya. keesokan harinya baru mengambil foto jalan tersebut, sejak saat itulah jalan itu menjadi jalan kenangan, kenangan yang membekas bahkan hingga saat ini, saya masih ingat baju yang saya pakai ketika mengambil foto tersebut. hari itu benar-benar saya melampiaskan semua kekecewaan bersama teman-teman di CCB, sudahlah biarkan dia tahu nek saya bisa tanpa dia.

oh iya, tentang dia itu, umm, semenjak pulang hanya beberapa kali saja saya bertemu dengan dia. awalnya rada-rada benci, kemudian sulit move on, kemudian benar-benar move on ketika tahu betapa mahalnya biaya pernikahan di daerahnya, semenjak itu jadi bersyukur kepada Allah Yang Maha Baik.

# p.s dia berbeda dengan orang yang menjadi subjek di tulisan sebelumnya karena dia anak imut

# p.s p.s akhirnya dia putus dengan pacarnya (weleh weleh)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s