antara aku, kau dan dia part 46 finally its over

assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

kalian percaya takdir ? entah mengapa tulisan ini diawali dengan pertanyaan tersebut. bagiku, takdir adalah sesuatu yang kupercayai meski terkadang pahit awalnya tapi indah akhirnya🙂. sama seperti takdirku yang menyebabkanku kembali lagi ke lab ini setelah setahun pergi. waktu itu aku hanya berpikir bahwa di lab ini akan bertemu dengan teman-teman yang lebih ahli, belajar lagi tetapi ternyata tidak ssesederhana itu.

di lab ini saya diajari apa itu cinta yang tulus, tidak semata-mata hanya karena ya, karena sesuatu yang setelah selesai kemudian kita “di-shutdown” begitu saja. meski demikian saya tetap “percaya pada feeling dan takdir”. kadang feeling sudah benar tetapi takdir berkata lain, sehingga kita tidak dapat “memaksakan” apa yang kita inginkan kepada orang lain.

percayalah, di balik takdir itu ada hal yang sebenarnya tidak kita ketahui, misalnya kenapa ada seseorang yang dulu terus menerus mengajakmu chatting, bukan karena dia suka kamu melainkan karena lagi dicuekin pacarnya sehingga kamu jadi ban serep dan di-kadal-i. bisa juga ketika seseorang mendekatimu, ya mungkin dia punya alasan tersendiri yang kita tidak tahu. ketika alasan untuk dekat itu sudah hilang, maka dengan sendirinya dia menarik diri dari kamu dan kembali menjauh.

oleh karena itu, untuk memahami bagaimana sebuah cerita takdir itu terkadang kita perlu melihat dari sudut pandang orang lain sehingga kita paham apa sih yang sebenarnya sedang terjadi dengan demikian, kamu masih bisa bersyukur, ah untuk tidak kebablasan. bukan cuma sudut pandang, tetapi terkadang orang lain memiliki feeling yang tajam apakah dia yang mendekatimu itu tulus ataukah tidak, biasanya karena kamu sedang dekat dengan orang lain, maka kamu selalu menganggap baik orang yang dekat dengan dirimu. nah, di situlah keobjektifanmu dalam melihat suatu masalah menjadi hilang sehingga diperlukan orang lain yang bisa menilai semua dengan jelas.

oh ya, satu lagi di dunia ini terkadang ada orang yang salah tetapi tidak merasa bersalah, sama ke kasus di atas, yaitu ketika kamu di-shut down paksa. dia mungkin hanya berpikir agar hubunganmu dengan dia segera berhenti tanpa sebuah kejelasan mengapa harus berhenti, sama seperti komputer yang nge-hang yang sering kita tekan tombol “reset”. bukan cuma di-shutdown, mungkin kamu juga dimaki-maki oleh dia. nah di situlah, kok bisa ya semua ini terjadi ? pasti heran kan? di situlah kita dilatih berlapang dada, mema;afkan meski kadang muncul rasa benci yang disebabkan oleh keheranan tadi dan sudahlah, tidak perlu ketemu orang yang men-shut down dirimu, cukup memaafkan dan tidak perlu lagi berurusan dengan dia.

kalau kamu di-shut down, percayalah di luar sana masih ada orang yang mau menyalakanmu kembali, kemudian memahamimu sama seperti kamu memahami apa yang dia inginkan. ingat ya, kombinasi antara mesin dan pengguna yang baik itu akan menghasilkan mainan yang hebat!

I am taking Veda back!

 

One thought on “antara aku, kau dan dia part 46 finally its over

  1. Pingback: antara aku, kau dan dia part 58 sebuah nasihat untuk diri sendiri | neax502's simple blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s