antara aku, kau dan dia part 52 apakah akan kembali ke ibk ?

assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh……..

judul di atas selalu terbayang di kepalaku, apakah suatu hari nanti akan kembali lagi ke ibk ? huf, tak terasa sudah separuh jalan di sini, sudah banyak hal yang terjadi. sesungguhnya menginjakkan kaki di ibk adalah mimpi dari setiap orang yang pernah riset di aic, karena kami hanya sering mendengar pengalaman-pengalaman dari mereka yang pernah datang ke ibk.

sejujurnya ibk adalah dinding tebal yang kini harus kuhadapi, mungkin lebih tepatnya adalah cermin, oh jadi ini to pengalaman di luar negeri. kok bisa ? iya, karena ketika di aic apa yang kita pelajari hanya itu-itu saja, sulit untuk berada di “luar kotak”, sementara di sini saya langsung menghadapi hal yang nyaris baru, sesuatu yang selama ini cuma bisa dibayangkan ternyata harus dikerjakan di sini. sempat shock pas awal-awal ke ibk ternyata kemampuanku masih jauh dari kata cukup, masih kurang berpengalaman. begitu juga hingga saat ini, aku merasa kemampuanku masih belum cukup apalagi untuk mengambil jenjang s3. hal itulah yang mendasari pemikiranku apakah suatu saat bisa kembali lagi ke ibk ?

hal lain yang menjadikan ibk adalah cermin adalah baru sekarang aku merasakan arti penting dari keluarga. why ? iya, hidup sendirian terpaut jauh, nyaris 10.000 km dari rumah. pas datang ke sini, merasa asing, sendirian. berawal dari situlah arti penting keluarga sesungguhnya. ketika bapakku dulu meninggal, aku tidak mengikuti semua proses hingga akhirnya beliau meninggal, itu salah satu penyesalan terbesar dalam hidupku dan kali ini, ibuku sendirian di rumah. setiap kali ditanya kabarnya, pasti bilang sehat-sehat saja, ya iyalah tentu orang rumah tidak ingin anaknya khawatir. huf, dari sini, aku sadar belum bisa menjadi anak, cucu, keponakan yang berbakti pada keluarga. jujur saja, motivasi terbesarku ke ibk adalah aku ingin tahu teknik yang lebih tinggi daripada yang ada di aic. apalagi, saat ini tengah menjelang idul fitri 1436 H, di saat semua anggota keluarga berkumpul jadi satu. ah, lagi-lagi muncul penyesalan ketika dulu sempat “protes” pas idul fitri tetap makan indomie, maklumlah waktu itu kondisiku benar-benar terpuruk, setan ora doyan, dhemit ora ndulit. sekarang baru sadar bahwa semua itu tak ada artinya, berkumpul dengan keluarga itu yang lebih penting. ini pemikiran kedua yang melandasi pertanyaan apakah suatu saat akan bisa kembali ke ibk ?

landasan pemikiran apakah suatu saat akan kembali ke ibk atau lebih umumnya mengambil jenjang s3 adalah, i am free now, dalam artian tidak terikat kontrak dengan instansi mana pun. pun di sini, mahasiswa s3 yang asli sini, juga free. mereka masih harus mencari pekerjaan setelah lulus. ya, kembali ke ibk atau tidak sangat tergantung dari pekerjaanku nanti, jika memang ditakdirkan menjadi dosen, insyaAllah pasti kembali ke ibk *tentu dengan persiapan yang matang*. yah, itu semua tergantung nasib juga sih.

pernyataan menarik yang sempat kudengar adalah “ketika kamu berada di sini, semua pintu sebenarnya sudah terbuka dan siap kamu masuki, mengapa kamu malah pengin pulang ke indonesia dan mencari pintu yang masih tertutup, pintu itu belum tentu bisa kamu buka dan kesempatan yang ada di sini akan kamu sia-siakan begitu saja ? kalaupun kamu butuh pekerjaan, mahasiswa s3 di sini itu digaji lho, jangan salah!“. begitulah, semua ada konsekuensi, meski thomas bilang “kamu mau lanjut atau tidak itu terserah kamu, tidak ada paksaan”. sekali lagi, aku sadar kemampuanku jauuuuuuhh di bawah thomas, sehingga kadang minder juga jika ingin bilang lanjut di sini. kontribusi apa yang bisa kuberikan pada tci ? orang-orang di sini semua pintar-pintar, kemampuan mereka saat ini berada di atasku.

meski Jogja itu sekarang banyak hotel, tidak lagi nyaman, mencari kerja juga ga gampang, tidak teratur, tetapi sudah hampir 26 tahun, hidup dari oksigen dan senyawa kimia di sana *jane nek disuruh mengabdi juga belum bisa* , aku tetap cinta jogja, cinta indonesia *meski sekarang juga cinta ibk*. percayalah, untuk urusan makanan dan minuman negara kita jauh lebih baik daripada luar negeri😉 .

masih ada waktu untuk berpikir dan membuat jawaban dari pertanyaan “apakah suatu saat bisa kembali ke ibk ?”

One thought on “antara aku, kau dan dia part 52 apakah akan kembali ke ibk ?

  1. Pingback: antara aku, kau dan dia part 53 ibk – jogja | neax502's simple blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s