potensial interaksi non-coulombik

assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

hal kedua yang diajarkan thomas pada saya adalah tentang potensial. hal ini harusnya sudah saya pelajari sampai di luar kepala (sampai lupa rumusnya) hahaha

hari ketiga di ibk thomas langsung bicara tentang potensial, yang intinya saya disuruh studi literatur tentang potensial yang harus digunakan. selain itu, thomas juga bilang mana jenis potensial yang baik dan buruk. menurut thomas, ada 3 jenis potensial yang  baik untuk menjelaskan interaksi non coulombik, yaitu potensial lennard-jones, buckingham dan morse. oke, kita mulai dari potensial lennard jones

potensial lennard jones sering dituliskan sebagai persamaan dengan pangkat 12 – 6. bentuk persamaan potensial lennard jones adalah sebagai berikut :

lennard-jones

di mana r^12 merupakan suku tolakan dan r^6 merupakan suku tarikan. hal ini dapat dipahami bahwa pada jarak yang terlalu dekat, maka tolakan antar 2 partikel menjadi semakin besar sehingga energinya akan bernilai +, apabila jarak kita naikkan maka energi akan turun hingga mencapai nilai paling minimum pada jarak yang paling optimal, jika jarak ini kita naikkan terus, maka grafik energi secara cepat akan bergerak mendekati 0 hingga pada jarak tak hingga. nah, untuk mempermudah perhitungan biasanya kita menetapkan cut off pada jarak 5-8 angstroem sehingga minimum ukuran kotak simulasi kita adalah 10 angstroem.

512px-12-6-Lennard-Jones-Potential.svg
dalam kehidupan nyata, hubungan antara dua manusia pada dasarnya mengikuti persamaan lennard jones, di mana pada jarak yang dekat sehingga saling tolakan, pada jarak yang jauh energi interaksinya lemah sehingga diabaikan dan kita butuh jarak optimal. hmm, jadi wajar beberapa teman saya yang menjalani LDR biasanya mereka putus di tengah jalan.

bentuk potensial kedua adalah buckingham potensial. di mana bentuk ini merupakan simplifikasi dari persamaan lennard jones.

buckingham
pada jarak interaksi yang rendah energinya akan menjadi negatif karena koefisien C/r^6 menjadi sangat besar, seiring  dengan kenaikan jarak, maka nilai energi akan menemukan angka “optimal”nya dan bergerak mendekati 0 pada jarak yang jauh. potensial buckingham ini sering digunakan dalam simulasi dinamika molekular (untuk membuatnya, saya kurang paham hehehe).
Coulomb-Buckingham_Potential

potensial ketiga yang diajarkan thomas adalah potensial morse. bentuk kurva dari potensial morse kurang lebih sama dengan lennard jones. di mana energi paling minimum akan diperoleh pada jarak r = r_e. potensial ini juga mengandung suku tolakan dan tarikan, sama dengan lennard jones juga.

morse

Morse-potential
oke cukup sekian dulu dan semoga bermanfa’at!

# gambar saya ambil dari wikipedia

# oh iya lupa, interaksi non coulombik merupakan interaksi jarak dekat karena pada jarak yang jauh nilainya bergerak mendekati 0, beda dengan interaksi coulombik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s