antara aku, kau dan dia part 40 kiat sukses mobunsho!

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Bulan-bulan ini adalah bulan penerimaan mahasiswa baru baik itu jenjang D3, S1, S2 dan S3. Dan sebagaimana kita tahu setelah lulus S1 kita dituntut untuk lebih aktif lagi dalam mencari informasi yang kita perlukan, salah satunya beasiswa. Jika diperhatikan banyak pengumuman beasiswa S2 yang tidak ditempel di papan pengumuman melainkan harus dicari sendiri di internet atau kepada teman yang pernah menerima beasiswa tersebut. Oleh karena itu, aku ingin menuliskan hasil ‘wawancara’ dengan teman se-perdjoeangan pas masih kuliah di Kimia dulu, Wahyu Satpriyo Putro. Saat ini dia sudah menerima salah satu beasiswa bergengsi yaitu Monbukagakusho/MEXT/Mobunsho dan siap-siap pergi ke  Chiba University Jepang. Insya Allah bulan Agustus nanti dia akan menikah dan September akan berangkat ke Chiba. Silakan disimak dan semoga teman-teman bisa mengambil manfa’at!

Sebelum menulis hasil ‘wawancara’, ada baiknya aku tuliskan dulu sedikit tentang dirinya. Wahyu Satpriyo Putro, asli Wonogiri, salah satu orang yang pertama kali kukenal di Kimia. Selama kuliah prestasinya sangat bagus, wisudawan terbaik FMIPA UGM pada Periode wisuda Februari 2012, memiliki IPK 3,8, pernah menjadi Juara 1 DIY dan Nasional OST bidang Kimia, pernah juga mengikuti pertukaran pelajar S2 ke Hokkaido Jepang. Selama kuliah, Wahyu setahuku tidak aktif di organisasi manapun dan ketika dia sudah lulus pun bisa ditebak bahwa dia pasti akan melanjutkan ke S2. Dia dulu juga pernah menjadi Kormanit (Koordinator Mahasiswa Unit) KKN UNIT 37 di Kemejing Semin Gunung Kidul. Setelah KKN itu, kami tidak pernah lagi kuliah bersama karena minat kami berbeda dan aku lebih sering mengulang mata kuliah bersama adik-adik kelas haha😀. Mengingat kesibukan kami yang berbeda dan sebentar lagi dia mau pulang ke Wonogiri, akhirnya kami sepakat untuk ketemu lagi dan tak kusangka ternyata kami sama-sama memakai jumper KKN. Berikut hasil wawancaraku dengannya tentang mobunsho:

Neax : Assalamu’alaikum Yu, selamat karena sebentar lagi mau nikah dan pergi ke Jepang!

Wahyu : walaikumsalam hahaha..sama-sama

Neax : Gimana sih ceritanya kok kamu bisa mendapatkan beasiswa ke Jepang?

wahyu : ceritanya april setahun yang lalu, aku ikut seminar yang salah satu pembicaranya adalah prof. shogo dari chiba. waktu itu aku sempat ngobrol-ngobrol dengan prof. shogo, kan waktu itu aku lagi nyari supervisor buat beasiswa panasonic, akhirnya prof. shogo malah nyaranin untuk mendaftar beasiswa mobunsho dan mau jadi supervisorku, kebetulan prof. shogo kenal dengan pembimbing skripsiku dan malah berterima kasih karena telah mengenalkannya dengan mahasiswa berpotensi. setelah prof. shogo pulang, beliau mengutus associate profesor, Dr. Amano. kami sempat wawancara untuk mobunsho. jadi mobunsho itu bisa dua jalur, jalur embassy atau U to U, aku pakai jalur U to U karena sudah dapat LoA dari prof. shogo. Jika belum punya LOA bisa memakai jalur embassy, nanti setelah diterima tinggal cari kampus dan LOA.

Neax : Apa ada syarat khusus untuk memperoleh beasiswa mobunsho? IPK, publikasi dll?

Wahyu : tidak ada syarat khusus, lengkapi saja sih dokumennya sama toefl minimal 550, surat kesehatan. aku membuat surat kesehatan pas di jepang kemarin jadi sekalian saja. saranku sih cari supervisor yang biasa mengurusi mobunsho. tipsnya lengkapi dokumen dan cari supervisor yang biasa mobunsho. Jika lewat Embassy ada seleksi penting sebelum bisa diterima mobunsho yaitu
a. Seleksi dokument, tips
TOEFL harus 550
IP kalau bisa cumlaude
Buat research plan yang “make sense” dan bisa dilakukan disana. Bagus lagi apabila riset tersebut sedang booming disana.
Buat Motivation Letter yang sekiranya bisa berguna dan bermanfaat bagi negara asalmu.

b. Seleksi Tertulis,
Ada 2 tes disini, yaitu tes Bahasa Inggris dan tes Bahasa Jepang, sehingga kamu harus punya basic yang kuat tentang bahasa Jepang.

c. Seleksi Wawancara
Persiapkan dengan baik English speaking skill kalian biar lebih menjual.

Neax : mengapa kamu milih mobunsho, kok enggak beasiswa lain seperti beasiswa dalam negeri, fullbright, erasmus mundus?

Wahyu : pertama karena DPA-ku menyuruh pergi kuliah ke luar negeri dan rasanya menantang jika kita bisa kuliah di luar negeri, kemudian kenapa mobunsho ya karena sudah mendapat supervisor saja dan lagi pula di mobunsho kita bisa langsung lanjut ke tingkat S3, beda dengan beasiswa lain yang mana kalau ingin lanjut maka kita harus mengulang lagi dari awal.

Neax ; Kenapa kamu milih Chiba dan Jepang? Bukan kampus yang lain seperti Tokyo, Keio, Kanazawa atau negara lain seperti Eropa, AS atau Australia?

Wahyu : tidak ada pertimbangan lain, ya karena sudah dapat supervisor saja kenapa harus susah-susah cari supervisor lain hahaha😀

Neax ; Persiapan apa yang diperlukan sebelum ke Jepang? harus bisa bahasa jepang misalnya.

Wahyu : tidak ada syarat khusus buat bahasa jepang karena setelah berangkat nanti kita ada semacam ‘les’ bahasa jepang selama 3 semester khusus untuk bahasa jepang tok, kemudian setelah itu aku ada entrance exam ke chiba. tapi jika kita sudah dinyatakan lulus sebelum 3 semester maka bisa langsung ikut entrance exam. oleh karena itu, lebih bagus jika kita sebelum ke jepang sudah punya dasar-dasar bahasa jepang terlebih dahulu sehingga nanti tidak perlu lama-lama ikut ‘les’ tadi. prof. shogo malah nyaranin utnuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris karena kita harus menulis publikasi dalam bahasa inggris, seminar internasional dan kuliah dalam bahasa inggris tapi kan rata-rata orang jepang ga bisa bahasa inggris, nanti bisa repot aku kalau ingin bersosialisasidengan warga sana lha pas aku membuat surat kesehatan yang tahu bahasa inggris se-rumah sakit cuma satu orang tok.

Neax : Permasalahan mendasar ketika freshgraduate mencari beasiswa S2 luar negeri adalah mencari supervisor, sebenarnya bagaimana cara mendapatkan supervisor? ada tips-tips khusus?

Wahyu : ikut seminar, nanti kita bisa kenalan lewat sana atau jika kita punya kenalan yang punya koneksi dengan profesor di luar, maka kita bisa meminta bantuan dari mereka untuk dikenalkan oleh mereka.

Neax : lewat email bisa?

Wahyu : bisa sih, tapi itu kecil kemungkinannya karena kamu akan dianggap sebagai stranger people, lebih baik jika kamu punya koneksi lewat koneksi saja itu akan sangat membantu. kalau sudah dapat supervisor keep contact terus.

Neax : Btw, boleh tahu risetmu besok apa? masih tentang zeolit?

Wahyu : bukan, risetku nanti tentang katalis alloy untuk menggabunkan CO, CO2, H menjadi senyawa yang lebih besar.

Neax : Oh, semacam konversi CO2?

Wahyu : iya

Neax : oia, setahuku jika kita kuliah di luar negeri kan kita bisa part time, apakah kamu juga kepikiran akan part time juga nantinya?

Wahyu : Oh enggak, prof. shogo tidak mengijinkan part time, fokus ke kuliah saja, katanya beasiswanya lebih dari cukup untuk hidup.

Neax : berarti kamu di sana kuliah dan riset? bukan riset saja? (maksudku campuran antara master by research dan master by coursework)

Wahyu : iya, riset nanti bisa dimulai pas kita jadi research student, tapi katanya sih pas itu kita cuma disuruh belajar bahasa jepang tok saja.

Neax : Oke Yu, kita kan kuliah bersama kurang lebih 3 tahun (teman sekelas dari awal kuliah sampai KKN), jadi aku kurang lebih ngerti track recordmu, apakah ada pesan buat mahasiswa yang masih kuliah agar bisa seperti dirimu?

Wahyu : bagi mahasiswa yang mau lulus, sebaiknya kalian introspeksi diri kalian, jika prestasi akademik kalian biasa-biasa saja dan keadaan ekonomi kalian kurang bagus, sebaiknya segera cari kerja (nyindir nih :p), intinya mulai dari sekarang muhasabah diri kalian. jika kalian ingin sekolah lagi ya cari beasiswa saja. untuk menaikkan IPK, sering-seringlah berdiskusi dengan teman-teman yang lain sehingga kalian tahu sampai mana cara berpikir teman-teman kalian dan kalian bisa menemukan cara lain.

Neax : terakhir, kamu kan sudah pernah ke jepang to? sebenarnya bagaimana sih perbedaan antara orang jepang dengan indonesia?

Wahyu : orang jepang itu lebih disiplin dan pekerja keras. kalau kita ingin menyeberang jalan saja harus di tempatnya, aku pernah menyebrang jalan sembarangan eh malah diliatin orang-orang jepang hahaha😀. waktu itu aku juga pernah mengetes kandungan logam di air krannya pakai ICP (Ion Couple Plasma) yang bisa deteksi sampai ppb dan ternyata emang tidak terdeteksi kandungan logammnya, jadi air krannya bisa langsung diminum.

Neax : jadi perbedaan mendasarnya di kultur/budaya ya?

Wahyu : iya, budaya disiplin dan biasa mentaati peraturan

Neax : Oke Yu, terima kasih, sukses selalu dan jangan lupa kembali ke Indonesia! kalau orang-orang sepertimu gak pulang ke indosnesia lalu siapa lagi yang akan mengurus negara ini🙂

Wahyu : yoi, aku pasti pulang kok🙂

Itulah obrolan kami pada hari Sabtu 20 Juli 2013 kemarin, mungkin karena lama tidak ketemu tidak terasa kami ngobrol hampir selama 3 jam tentang banyak hal terutama pengalamannya di jepang, mengapa pornografi bisa legal di sana, perbedaan lingkungan dan budaya, tentang indonesia, tentang teman-teman kami dan pengalaman kami ketika kuliah dulu. Oke, cukup sekian dan semoga bermanfa’at!

4 thoughts on “antara aku, kau dan dia part 40 kiat sukses mobunsho!

  1. Pingback: blokir konten porno iptables dan Nawala « neax502 simple blog

    • biasanya beasiswa yang keluar negeri tetap ada kriteria toefl-nya, bukan cuma mobunsho saj. rata2 emang begitu, kalau bahasa inggrisnya kurang gimana nanti komunikasi di sana, ngerjain soal dst.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s