pra optimasi bagian 2 tes sederhana

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Setelah hampir seminggu tertunda, mari kita lanjutkan kembali bahasan tentang pra optimasi. Dalam bahasan ini kita akan mencoba beberapa cara seperti yang telah disebutkan di tulisan sebelumnya yaitu :

1. Mencoba menggunakan metode yang lebih rendah, seperti HF.
2. Mencoba menggunakan basis set yang lebih kecil
3. Mencoba menggunakan kriteria ‘loose’

waktu walltime optimasi yang sebelumnya dilakukan pra optimasi akan dibandingkan dengan waktu walltime yang langsung, tanpa pra optimasi. Senyawa yang kita gunakan adalah dinitropyrazole (DNP) yang akan dioptimasi dengan DFT B3LYP/6-31G(d).

Pertama, optimasi secara langsung menggunakan B3LYP
scratch
dibutuhkan 28 step iterasi dengan waktu 7591 detik atau sekitar 2,1 jam.

Kemudian menggunakan pra optimasi metode pertama
hf
dibutuhkan 17 step iterasi dengan waktu 4200 detik atau sekitar 1,67 jam

metode kedua
321
dibutuhkan 19 step dengan waktu 4649 detik atau sekitar 1,29 jam

dan metode terakhir
loose
dibutuhkan 23 step dengan waktu 6592 detik atau sekitar 1,8 jam

Berdasarkan test sederhana yang telah dilakukan metode pra optimasi yang terbaik adalah menggunakan metode dengan level teori yang lebih rendah tetapi hal ini tidak mutlak dilakukan, karena menggunakan HF dengan basis set yang besar juga akan memakan waktu yang lama. oke cukup sekian dan semoga bermanfa’at!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s