pendekatan empirik politzer high energetic dense material

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pada tulisan yang lalu kita telah membahas bagaimana menggunakan persamaan Kamlet-Jacobs untuk memprediksi kecepatan detonasi pada fasa gas, nah pada kesempatan ini kita akan menggunakan persamaan tersebut dengan data yang dihasilkan oleh pendekatan empiris Politzer.

Sebagaimana kita tahu, pada tulisan yang lalu kecepatan detonasi dihitung pada fasa gas sementara kebanyakan dari high energetic material itu berada pada fasa padat. Oleh karena itu, sebagian orang menghitung kecepatan detonasi menggunakan perubahan entalpi fasa padat. Berdasarkan hukum Hess, kita bisa menghitung entalpi fasa padat dengan cara mengurangi perubahan entalpi fasa gas dengan perubahan entalpi sublimasi.
persamaan 1
Entalpi sublimasi sendiri bisa dihitung menggunakan metode yang diajukan oleh Politzer et al.
persamaan 2Politzer melaporkan bahwa panas sublimasi berkorelasi dengan area permukaan molekular dan indeks interaksi elektrostatis untuk energetic material. Di mana A adalah area permukaan dari 0.001 electrons/bohr^3 isosurface dari kerapatan elektron pada molekul, v mendeskripsikan derajat keseimbangan antara potensial positif dan negatif dari isosurface dan interaction index (να_tot_^2) adalah perhitungan dari variabilitas dari potensial elektrostatis dari permukaan molekular. Koefisien a, b dan c telah ditentukan oleh Rice et. al, a=2,670 x 10^-4 kkal/mol, b=1,650 kkal/mol dan c=2,966 kkal/mol. Deskriptor A, v dan interaction index bisa dihitung menggunakan metode yang diajukan oleh Bulat et. al (Bulat FA, Toro-Labbe A, Brinck T, Murray JS, Politzer P (2010) J Mol Model 16:1679–1691).

Bentuk dari persamaan Kamlet-Jacobs untuk menghitung kecepatan detonasi adalah sebagai berikut :
kjdensitas bisa dihitung menggunakan metode yang telah disebutkan di tulisan sebelumnya atau menggunakan metode yang diajukan oleh Politzer et. al dengan rumus berikut :
densitasdi mana M adalah massa molekul (g/mol), V(0.001) adalah volume dari 0.001 electrons/bohr^3 kontur dari densitas elektronik molekul (cm^3/molekul) dan koefisien alpha, beta dan gamma berturut-turut 0.9183;0.0028;0.0443.

Nah, sampai di sini dulu, insya Allah di tulisan mendatang kita lanjutkan lagi dengan contohnya.

(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s