antara aku, kau dan dia part 36 selamat menempuh hidup baru bro

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Mungkin agak terasa aneh ketika aku menuliskan hal ini di blog ini dan tidak menggunakan jejaring sosial saja. Jawabanku sangat sederhana karena aku tidak memiliki akun facebook dan follower yang banyak di twitter dan lebih baik ditulis di sini agar bisa dijadikan pelajaran bagi diriku sendiri dan juga orang lain.

Kamis, 2 Mei 2013 sore hari aku mendapatkan sms dari @Miftahfaried bahwasanya dia akan menikah pada tanggal 23 Mei 2013. Tak terasa semua kejadian selama setahun belakangan terutama kepada anak itu menjadi muncul kembali. Aku juga baru sadar bahwa kejadian-kejadian itu ternyata sudah lama sekali.

Pertengahan 2012 dia mengatakan kepadaku bahwa sedang menjadi proses ta’aruf dengan seseorang. Hah?? Entah apa yang ada di pikirannya, UAS tidak datang, kuliah tidak pernah masuk, UTS dilupakan, apa dia sudah mau DO (Drop Out) dari kampus? Mungkin itulah yang dinamakan dengan bondo nekat apalagi karena dia tengah mengurus skripsinya yang masih prematur, kehidupan pribadinya dan terutama kehidupan akademiknya (karena kami teman satu kelas, satu kelompok praktikum selama 3 tahun dan NIM-nya masih kuhafal hahaha). Menurutku waktu itu dia masih belum siap untuk menikah tetapi Allah Maha Kuasa, di hari ini kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan dan begitulah, resolusi itu terkadang pahit bagi kita tapi aku melihat itu sebagai titik balik dari kesulitan menuju kemudahan. Perlahan-lahan perkara yang dihadapinya mulai terselesaikan, meski kadang solusi itu terasa pahit. Ketika aku melihat solusi yang diberikan Allah untuk permasalahan pribadi, permasalahan dengan orang tua calon istrinya yang menuntut dia lulus terlebih dahulu dan permasalahan akademik hingga akhirnya dia berani untuk melamar calon istrinya (mungkin saja lamaran itu dilakukan setelah dia ujian skripsi awal tahun ini) kesimpulanku cuma satu “dibalik kesulitan pasti ada kemudahan dan tidak mungkin dua kemudahan bisa mengalahkan satu kesulitan”.

Apa yang bisa kita ambil pelajaran dari kejadian yang dia alami?

1. Setiap orang memiliki masalah dan solusinya yang sendiri, belum tentu solusi untuk satu orang bisa digunakan untuk orang lain, harus dilihat kasus per kasus. Biasanya solusi umum permasalahan bisa digunakan.

2. Kita harus membedakan antara segera menikah dengan terburu-buru untuk menikah karena victory loves preparation. Jika memang masih belum siap (seperti aku ini) maka bersabarlah dan jangan terburu-buru dan jika telah siap maka segeralah dan jangan ditunda. Oia, selama masih belum siap menikah sebaiknya jangan menjalin hubungan dengan wanita, sibukkan diri dengan hal yang bermanfaat daripada memikirkan wanita.

3. Jika dilihat dari sisi lain, hal yang patut diacungi jempol adalah keberaniannya di tengah segala keterbatasan yang dia hadapi untuk bertemu orang tua calon istri untuk menjalin hubungan yang serius. Tidak semua pria berani melakukan seperti apa yang telah dia lakukan.

Oke, mungkin hanya itulah yang bisa kutulis dan kepada @MiftahFaried aku cuma bisa mengatakan “Baarakallahu laka wa baarakaa ‘alaiyka wa jama’a baiynakumaa fii khoir” dan “selamat menempuh kehidupan yang sesungguhnya”😀

# berikut ada sedikit note via fb yang bermanfaat buatmu🙂

.::Berikut beberapa Wasiat Bagi Yang Belum dan Akan Menikah::.

Ustadz Dr Muhammad Arifin Badri hafidzohulloh

[1] Hidup Sederhana
Sebuah rumah tangga yang baik adalah mereka yang hidup sederhana, bukan dalam arti miskin; tapi tidak berlebihan.
Mereka harus lebih banyak memakai cermin diri daripada cermin orang lain. Ketika kita melihat kehidupan ini dengan cermin orang lain, maka kita akan seringkali berkata, wah dia bisa ini dan itu ya; tapi menggunakan cermin diri adalah ketika kita memandang kehidupan ini dengan apa yang kita miliki; alhamdulilllaah kemarin kita seperti itu, tapi sekarang kita seperti ini… barangsiapa yang bersyukur kepada Alloh, maka Alloh akan tambahkan nikmat padanya..

[2] Memahami kekurangan masing-masing
Wanita dicipta dari tulang rusuk paling atas, dan dia paling bengkok. Memaksakannya untuk diluruskan maka ia akan patah.
Begitulah wanita; sifatnya memang cengeng, manja, lembut, sensitif dsb. Laki-laki musti menyadari dan tidak memaksakan istrinya sesuai dengan fikirannya.
Begitu pula wanita, laki-laki juga banyak kekurangannya. Bisa jadi ia suatu saat kurang dalam nafkah, kurang senyum setelah lelah seharian bekerja dsb.
Intinya, keduanya musti memahami kekurangan masing-masing.
Alloh telah menciptakan karakter yang berbeda untuk saling melengkapi dan dilengkapi. wanita yang peka dengan laki-laki yang kurang peka, maka inilah hikmahnya. jika keduanya sama-sama peka, maka tunggulah, kehancuran itu akan segera datang.

Juga termasuk bagi bujangan; bahwasanya seringkali kita mendamba wanita yang cantik, pintar, berpendidikan, kaya raya dsb, maka ketahuilah bahwa kesempurnaan yang kalian dambakan hanyalah ada di surga, dan tidak di dunia.
Ada yang cantik tapi tidak pintar masak, ada yang cerdas tapi kurang cantik dll, begitulah adanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s