antara aku, kau dan dia part 34 cara menggunakan jamkesmas

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Beberapa waktu lalu aku menemani salah satu kerabat kami yang anaknya operasi amandel. Yah, boleh dibilang anak itu dari kecil suka minum minuman botol, minuman kemasan, es, aneka jus kemasan dll. sehingga akhir-akhir ini sering sakit dan kata dokter harus menjalani operasi amandel. Alhamdulillaah anak itu sudah sembuh sekarang. Waktu itu kami berobat ke salah satu rumah sakit swasta di kota ini menggunakan kartu jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat) dan ternyata masih banyak yang belum tahu prosedur dan tips ketika menggunakan jamkesmas, jadi ada baiknya aku tulis pengalamanku ketika menemani operasi amandel anak itu.

Jamkesmas merupakan salah satu program pemerintah yang sangat mulia, di mana masyrakat miskin bisa berobat secara gratis alias 100% ditanggung pemerintah ke beberapa rumah sakit yang telah bekerja sama dengan pemerintah. Meski demikian, tentu kita semua berharap agar sehat sampai tua. Hal itulah yang terbersit ketika aku berada di rumah sakit, salah satu tempat yang tidak kusukai. Yah, meski bertemu dengan dokter dan perawat yang cantik-cantik dan muda (mungkin baru saja lulus atau malah sedang kerja praktek hahaha) aku tidak ingin berurusan dengan mereka seperti kata pepatah lama, kesehatan bukanlah segala-galanya tetapi tanpa kesehatan segala yang kita miliki jadi tidak berarti. Selain jamkesmas, ada jamkesda (jaminan kesehatan daerah), aku kurang tahu apakah masih berlaku atau tidak, sepertinya sih masih. Perbedaan dengan jamkesmas adalah jamkesda tidak meng-cover 100% biaya rumah sakit, pasien masih harus tetap membayar. Berikut adalah penjelasan lengkap jamkesmas yang aku ambil dari web cancerindojogja.net

Tujuan

1. Tujuan Umum
Meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal secara efektif dan efisien bagi seluruh peserta Jameksmas.

2. Tujuan Khusus
a. Memberikan kemudahan dan akses pelayanan kesehatan kepada peserta di seluruh jaringan Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) Jamkesmas.
b. Mendorong peningkatan pelayanan kesehatan yang berstandar bagi peserta, tidak berlebihan sehingga terkendali mutu dan biayanya.
c. Terselenggaranya pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.

Kepesertaan

Peserta Jamkesmas :
1. Peserta yang memiliki Kartu :
a. Peserta sesuai SK Bupati j Walikota.
b. Penghuni Panti-panti Sosial.
c. Korban Bencana pasca tanggap darurat.

2. Peserta yang tidak memiliki Kartu, terdiri dari:
a. Gelandangan, Pengemis, Anak terlantar pada saat mengakses pelayanan kesehatan dengan menunjukkan rekomendasi dari Dinas Sosial setempat.
b. Penghuni lapas dan rutan pada saat mengakses pelayanan kesehatan dengan menunjukkan rekomendasi Kepala LapasjRutan.
c. Peserta Program Keluarga Harapan (PKH) pada saat mengakses pelayanan kesehatan dengan menunjukkan kartu PKH.
d. Bayi dan anak yang lahir dari pasangan peserta Jamkesmas setelah terbitnya SK BupatijWalikota dapat mengakses pelayanan kesehatan dengan menunjukkan Akte Kelahiran j Surat i<enal Lahir j Surat keterangan Lahir j Pernyataan dari Tenaga Kesehatan j Kartu Jamkesmas orangtua dan Kartu Keluarga orangtuanya.

3. Bila terjadi kehilangan kartu, peserta melapor ke kepolisian selanjutnya diserahkan ke PT. Askes (Persero) dilakukan pengecekan data base kepesertaannya dan PT. Askes (Persero) akan menerbitkan surat keterangan yang bersangkutan sebagai peserta.

4. Bagi peserta yang telah meninggal dunia, maka haknya hilang dan tidak dapat dialihkan kepada orang lain.

5. Penyalahgunaan terhadap hak kepersertaan dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Verifikasi Kepesertaan

PT. Askes (Persero) bertugas melaksanakan verifikasi kepesertaan dengan mencocokkan kartu Jameksmas dari peserta yang berobat dengan data base kepesertaan untuk selanjutnya diterbitkan Surat Keabsahan Peserta (SKP) terhadap peserta yang memanfaatkan pelayanan kesehatan tersebut.
Dalam verifikasi kepesertaan perlu dilengkapi dengan dokumen berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk pembuktian kebenarannya.

Pelayanan Kesehatan

Prosedur Pelayanan :
1. Pelayanan Kesehatan Dasar
a. Dilaksanakan di Puskesmas dan Jaringannya.
b. Bila menurut indikasi medis peserta memerlukan pelayanan pada tingkat lanjut, mak~ Puskesmas dapat merujuk peserta ke Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) Lanjutan.

2. Pelayanan Tingkat Lanjut
a. Pelayanan diberikan berdasarkan rujukan Puskesmas dan jaringannya.
b. Pelayanan tingkat lanjut meliputi:
– Pelayanan rawatjalan lanjutan (spesialistik) di Rumah Sa kit dan Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas).
– Pelayanan rawat jalan lanjutan yang dilakukan pada Balkesmas bersifat pasif (dalam gedung) sebagai Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) penerima rujukan. Pelayanan Balkesmas yang ditanggung oleh program Jamkesmas adalah Upaya Kesehatan perorangan (UKP) dalam gedung.
– Pelayanan rawat inap bagi peserta diberikan di kelas III (tiga) di Rumah sa kit.
– pelayanan obat-obatan dan alat/bahan medis habis pakai.
– Pelayanan rujukan spesimen dan penunjang diagnostik lainnya.

Pelayanan Gawat Darurat

Peserta Jamkesmas dalam keadaan gawat darurat wajib ditangani langsung tanpa diperlukan rujukan. Apabila setelah penanganan kegawatdaruratannya peserta belum melengkapi identitasnya, maka yang bersangkutan diberi waktu 2 x 24 jam hari kerja untuk melengkapi identitasnya yakni kartu peserta disertai Kartu keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

MOHON MENJADI PERHATIAN !

Apabila pasien dari Puskesmas di rujuk ke Rumah Sakit (RS) agar membawa :
1. Kartu Jamkesmas, Kartu Program Keluarga Harapan (PKH), Rekomendasi Oinas Sosial, Rekomendasi Kepala LAPAS/ Rutan, Surat keterangan dari PI. Askes (Persero) bagi Bayi Baru lahir dari pasangan peserta Jamkesmas asli dan foto copy

2. Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan foto copy 3. Kartu Keluarga (Cl) asli dan foto copy

3. Surat Rujukan dari Puskesmas asli dan foto copy

Manfaat

1. Pelayanan Kesehatan di Puskesmas dan Jaringannya
a. Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP), dilaksanakan pada Puskesmas dan Jaringannya, meliputi :
1). Konsultasi medis, pemeriksaan fisik dan penyuluhan kesehatan.
2). Laboratorium sederhana (darah, urin, dan feses rutin).
3). Tindakan medis kecil.
4). Pemeriksaan dan pengobatan gigi, termasuk cabut/ tambal.
5). Pemeriksaan ibu hamil / nifas / menyusui, bayi dan balita.
6). Pelayanan KB dan penanganan efek samping (alat kontrasepsi disediakan BKKBN).
7). Pemberian obat.
b. Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP), dilaksanakan pad a Puskesmas perawatan, meliputi :
1). Akomodasi rawat inap.
2). Konsultasi medis, pemeriksaan fisik dan penyuluhan kesehatan.
3). Laboratorium sederhana (darah, urin, dan feses rutin).
4). Tindakan medis kecil.
5). Pemberian obat.
6). Persalinan normal dan dengan penyulit (PONED).
c. Persalinan normal, dilakukan di Puskesmas non perawatan / Bidan di desa / Polindes / dirumah pasien / Praktek Bidan Swasta.
d. Pelayanan Gawat Darurat (emergency).

2. Pelayanan Kesehatan di PPK Lanjutan
a. Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) di Rumah sakit dan Balkesmas, meliputi :
1). Konsultasi medis, pemeriksaan fisik dan penyuluhan kesehatan oleh dokter spesialis/umum.
2). Rehabilitasi medik.
3). Penunjang diagnostik laboratorium klinik, radiology dan elektromedik.
4). Tindakan medis.
5). Pemeriksaan dan pengobatan gigi tingkat lanjutan.
6). Pelayanan KB, termasuk kontap efektif, kontap pasca persalinan / keguguran, penyembuhan efek samping & komplikasinya (kontrasepsi disediakan BKKBN)
7). Pemberian obat mengacu pada Formularium.
8). Pelayanan darah.
9). Pemeriksaan kehamilan dengan resiko tinggi dan penyulit.
b. Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL), dilaksanakan pada ruang perawatan kelas III (tiga) Rumah Sakit, meliputi :
1). Akomodasi rawat inap pada kelas III.
2). Konsultasi medis, pemeriksaan fisik dan penyuluhan kesehatan.
3). Penunjang diagnostik : patologi klinik, patologi anatomi, laboratorium mikro patologi, patologi radiologi dan elektromedik.
4). Tindakan medis.
5). Operasi sedang, besar dan khusus.
6). Pelayanan rehabilitasi medis.
7). Perawatan intensif (ICU, ICCU, PICU, NICU, PACU).
8). Pemberian obat mengacu pada Formularium.
9). Pelayanan darah.
10). Bahan dan alat kesehatan habis pakai.
11). Persalinan dengan resiko tinggi dan penyulit (PONEK).
c. Pelayanan Gawat darurat (emergency).
d. Seluruh penderita thalasemia dijamin, termasuk bukan peserta Jamkesmas dengan prosedur sesuai dengan ketentuan.

3. Pelayanan Yang Dibatasi
a. Kacamata
b. Alat Bantu dengar
c. Alat bantu Gerak
d. Kacamata, alat bantu dengar, dan alat bantu gerak tersebut diatas disediakan oleh Rumah sakit bekerjasama dengan pihak-pihak lain dan di klaimkan terpisah dari paket INA-DRG.

4. Pelayanan Yang Tidak Dijamin
a. Pelayanan yang tidak sesuai prosedur dan ketentuan.
b. Bahan, alat dan tindakan yang bertujuan untuk kosmetika
c. General Chek Up
d. Prothesis gigi tiruan
e. Pengobatan alternatif (antara lain: akupunktur, pengobatan tradisional) dan pengobatan lain yang belum terbukti secara ilmiah.
f. Rangkaian pemeriksaan, pengobatan dan tindakan dalam upaya mendapat keturunan, termasuk bayi tabung dan pengobatan impotensi.
g. Pelayanan kesehatan pada masa tanggap darurat bencana alam, kecuali memamg yang bersangkutan sebagai peserta Jamkesmas.
h. Pelayanan kesehatan yang diberikan pada kegiatan bakti sosial.

Sarana Pelayanan Yang Telah Bekerjasama Dengar Program Jamkesmas di Provinsi DIY

1. Seluruh Puskesmas se Provinsi DIY
2. Rumah Sakit (RS) sebagai Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK), yaitu :
– RS di Kota Yogyakarta
1). RSUD Kota Yogyakarta
2). RS PKU Muhammadiyah
3). RS Bethesda Yogyaka(ta
4). RS Panti Rapih
5). RSI Hidayatullah
6). Balai pengobatan Penyakit Paru-Paru Yogyakarta (BP4)
7). RS Rem 721/ DKT Yogyakarta
8). RS Bethesda lempuyangwangi
9). RS Khusus Bedah Soedirman
10). RS Happy Land
11). RS Ludiro Husada Tama

– RS di Kab.Bantul
1). RSUD Panembahan Senopati Bantul
2). RS PKU Muhammadiyah Bantul
3). RSU Patmasuri Bantul
4). RSI Nur Hidayah
5). RS Permata Husada
6). RS Rachma Husada
7). RS Rajawali Citra
8). RS Santa Elisabeth

– RS di Kab. Kulon Progo
1). RSUD Wates
2). RS Rizki Amalia
3). RS Kharisma Paramedika

– RS di Kab. Gunungkidul
1). RS Wonosari
2). RS. Nur Rohmah

– RS di Kab. Sleman
1). RSUP Dr. Sardjito
2). RSUD Sleman
3). RSJ Grhasia
4). RS Panti Rini
5). RS Puri Husada
6). RS Panti Nugroho
7). RS PDHI Kalasan
8). RSIA Sakina Idaman
9). RS Condong Catur
10). RS Queen Latifa
11). RS Prambanan
12). RS Mitra Paramedika

Dalam penjelasan di atas tersirat bahwa sebenarnya pemerintah tidak membeda-bedakan warganya, entah itu gelandangan atau tahanan semua bisa menggunakan jamkesmas. Karena syarat-syarat menggunakan jamkesmas sudah jelas maka tidak akan kubahas di sini. Hanya saja prosedural ketika akan mengurus ke RS yang agak ribet dan hal itu tergantung dari masing-masing RS (aku sendiri kurang memperhatikan ketika mengurus pembayaran menggunakan jamkesmas) tetapi kurang lebih begini : mengurus klaim ke bagian asuransi kesehatan, mengurus ke bagian administrasi paviliun atau wisma tempat dirawat dan setelah itu kemudian mengurus ke bagian apotek paviliun, mungkin begitu. Karena jamkesmas ini gratis jadi mungkin ada desas-desus bahwa pelayanannya kadang dipersulit atau segudang hal-hal jelek lainnya, hal ini perlu kita klarifikasi terlebih dahulu dan jangan asal percaya. Orang-orang terkadang melebih-lebihkan berita yang ia dengar, meksi belum pernah mengalaminya sendiri. Berdasarkan pengalamanku kemarin, ada beberapa hal yang menarik dan mungkin inilah tips ketika menggunakan jamkesmas

0. Jika kalian tidak mendapatkan jamkesmas, jangan menyalahkan pemerintah, tapi salahkanlah Pak RT kalian. Ingat, pemerintah tidak mungkin bisa mengetahui kondisi semua warganya, RT yang lebih tahu. Sebagai contoh di tempatku dulu, yang mendapatkan jamkesmas dan raskin adalah kerabat Pak RT, meski Pak RT itu tergolong orang kaya. Jadi wajar bila ada pemegang jamkesmas tapi orang kaya, itu salah perangkat desa kalian, minimal Pak RT.

1. Jamkesmas membutuhkan surat rujukan dari puskesmas, jadi sebelum ke RS sebaiknya ke puskesmas dulu. Namun, hal ini bisa “diakali” dengan cara meminta rujukan pada dokter spesialis di RS tersebut, dalam kasusku orang tua anak itu sebelumnya telah periksa ke dokter spesialis THT di RS tersebut dan kata Pak Dokter membutuhkan penanganan medis yang lebih serius yaitu operasi. Pak Dokter kemudian memberikan surat rujukan ke RS sebagai salah satu persyaratan jamkesmas. Hal ini juga tergantung Pak Dokter juga🙂.

2. Jangan malas mengurus berkas, itu saran lama ketika berurusan dengan birokrasi, termasuk ketika mengurus klaim ke RS. Pihak RS tidak mau tahu pokoknya berkas harus lengkap baru kemudian klaim bisa diproses.

3. Kadang nama di kartu jamkesmas dan akta kelahiran atau KK tidak sama, dalam situasi ini kita perlu surat pengantar dari pihak kelurahan bahwa nama di kartu jamkesmas itu salah dan yang benar adalah di KK atau akta kelahiran dan bahwasanya nama yang tertera di kartu jamkesmas dan akta kelahiran adalah benar-benar orang yang sama. Jadi misalnya begini, di jamkesmas ditulis Eka, tetapi di akta kelahiran dan KK ditulis Eko. Biasanya pihak RS akan menolak kecuali ada surat pengantar tadi.

4. Jamkesmas hanya bisa digunakan di ruang kelas III, jadi bersabarlah dan jangan mengeluh!

5. Mungkin karena menggunakan jamkesmas, terdapat perbedaan pelayanan pasca tindakan medis, dalam kasusku hanya perawat hanya memberi secarik kertas hal-hal apa yang harus dilakukan setelah operasi amandel dan kami sendiri yang harus melakukannya. Jadi selalu bersabarlah dan pro aktif.

6. Ketika pelayanan medis sudah tidak bisa di-cover menggunakan jamkesmas (entah karena terlalu parah, terlalu banyak tindakan medis yang harus dilakukan dll.), perawat akan menyarankan agar berganti ke jamkesda. Ya jelaslah, perawatkan butuh gaji to?

Di tengah mahalnya biaya kesehatan, keberadaan jamkesmas perlu diapresiasi, sulit memang ketika kita akan mengkompromikan berbagai kepentingan, RS butuh untung, butuh membeli obat, butuh membayar gaji, dokter butuh gaji, perawat butuh gaji, dan pasien ingin cepat sembuh kalau bisa tanpa merasakan sakit dan mendapatkan pelayanan yang maksimal. Oleh karena itu, jagalah kesehatan! Oke cukup sekian dan semoga bermanfa’at!

# Ketika pertama kali aku mendapatkan kartu itu, meski aku tidak pernah mengurus berkas untuk mendapatkan jamkesmas (btw penerima raskin itu juga termasuk wewenang RT untuk memberikan rekomendasi, miris juga melihat kebijakan di level pemerintah pusat sudah bagus tapi di bawah kacau balau, tetangganya simbahku stress, setiap hari cuma jalan mondar-mandir saja dan dia tidak mendapatkan raskin!) ternyata kartu itu sudah kadaluwarsa selama satu tahun dan nama menterinya masih siti fadilah supari, padahal menkes ketika itu endang rahayu! akhirnya kartu itu aku buang saja toh gak bisa digunakan dan semoga kami selalu sehat sehingga tidak perlu berurusan dengan RS. amiin.

5 thoughts on “antara aku, kau dan dia part 34 cara menggunakan jamkesmas

  1. tp mba pengalaman yg d alami kluarga saya mlh beda, th 2013 alhmdulillah dpt krt jamkesmas n ktka pertngahan januari 2013 adik saya sakit n d bwa k.puskesmas d daerah sleman ktka mau pndaftaran bpak sy mnyodorkan pke krtu jamkesmas ( warna ijo/ baru) tp entah knp kok petugas pndftaran bilang ” mf pak kartu ini lum bsa d gunakan”. n akhirnya krn kbodohan bpk saya ya asal prcya n keluar uang jg( ga bisa pke krtu) krn mengingat ank hrs sgr d obati… stlh kjadian itu bpk sy crta ma sya (sya tnggal d bekasi) sya inisiatif mncri tau hal2 jamkesmas d google, n trnyta sdah jlas surat dr mentri depkes bhw krt jamkesmas wrn ijo ( yg baru) tlh bsa d gunakan per 1 jan 2013 n sdah d sosialisasikan k puskesmas n rs selruh ibdo, tp aq heran knp ptugas bsa blang bgtu pdahl pskesmas trsbt trltak d dkt kota kodya jogja scra logika tdk mungkin klo blum dpt sosialisasiny krtu,.. akhrny dr kjdian itu saya blang k bpk klo bsok2 lg ada yg blng bgtu mintain az nama n no npk pegawai u/ d klarifikasi k camat/bupati…. y smga ini mnjd sbh perbaikan playanan yg tlh d tetapkn olh pemrnth pusat

    • saya kurang tau pastinya ya mbak, soalnya dulu cuma 3 hari terus pulang.

      waktu itu juga ada anak yang ga sadarkan diri sampai seminggu/2 minggu dan masih pakai jamkesmas, terus oleh perawat disuruh ganti ke jamkesda saja biar pelayanannya bisa lebih maksimal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s