antara aku, kau dan dia part 32 bukan orang gila

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Pagi ini tiba-tiba saja ada orang gila masuk ke rumahku. Busyet dah, kok bisa, setelah diusir keluar ternyata orang gila itu masih berada di teras rumah. Kemudian aku pergi saja ke rumah kakekku dan minta agar orang gila itu diusir. Ternyata orang gila itu pergi dengan membawa sandal adikku, sial!

Bicara tentang orang gila aku pikir ada 3 jenis orang gila yaitu : orang gila asli, orang gila palsu dan orang waras yang berpikiran gila. Orang gila asli sudah pasti orang yang kehilangan kesadarannya sehingga terlihat seperti orang gila yang sering kita jumpai, orang gila palsu adalah orang waras yang berpura-pura menjadi orang gila untuk tujuan tertentu, misalnya menghindari tagihan hutang atau menghindari tuntutan hukum dan yang terakhir orang waras yang berpikiran gila adalah orang yang benar-benar waras bahkan mungkin bertitel dan punya kedudukan tetapi pikirannya gila, mengeluarkan statemen yang menyesatkan atau melakukan hal-hal yang memang gila, semoga Allah melindungi kita semua, amin!

Kali ini aku ingin membahas mengenai orang gila asli, dalam artian orang yang sudah benar-benar kehilangan kewarasannya bukan yang masih mengalami gangguan jiwa. Mengapa sih orang itu bisa gila? Jawabnya sederhana saja karena depresi, stres yang bisa disebabkan karena faktor tertentu, karena sengaja dibuat gila oleh orang lain, karena menempuh ilmu-ilmu tertentu dan terakhir karena pengaruh dari jin. Faktor pertama dan kedua sudah sering ditemui, akan tetapi faktor yang ketiga dan keempat mungkin sebagian orang tidak percaya, tetapi aku melihat sendiri bagaimana seseorang yang menuju arah gila gara-gara menuntut ilmu tertentu. Orang itu masih termasuk dalam kerabat keluarga kami, ketika masih muda dia belajar ilmu yang sering disebut dengan tenaga dalam atau kebatinan atau entahlah namanya, pada awalnya sih dia belajar hingga diangkat menjadi guru tenaga dalam di daearah di Jawa Tengah, sampai tahap ini sih dia masih normal-normal saja. Karena jauhnya perjalanan dan honor yang sedikit akhirnya dia berhenti dan kemudian berguuru kepada salah satu paranormal terkenal di kotaku, tetapi tidak sampai selesai. Btw, dua orang temannya yang dulu sama-sama mencari tenaga dalam akhirnya menjadi gila, satu diantaranya tetap menjadi gila dan yang satunya sembuh setelah dinikahkan. Nah, dia sendiri setelah berguru itu mulai bersikap aneh, mulai tidak sholat, tidak makan selama beberapa hari, tidak mandi, tidak berbicara dan menjadi tertutup. Si paranormal sendiri ketika dimintai pertanggungjawaban menolak. Aku sendiri pernah masuk ke kamarnya dan di sana memang benar ada kalender bergambar paranormal (bahkan tengah bersama para petinggi negara ini kala itu) tersebut. Di suatu pengajian di kampus pun, aku pernah diberitahu bahwa tenaga dalam itu menggunakan bantuan jin dan gila adalah satu efek buruknya. Akhirnya dia sendiri pergi dari rumah dengan tatapan mata merah menyala, katanya sih dia sedang dikuasai jin yang ada di tubuhnya. Maka dari itu, jangan sekali-kali berlatih tenaga dalam!

Kepergian pertamanya kira-kira dua tahun lalu, entah kemana kami semua tidak tahu, ada yang bilang ke Wonosari, ke sini dan ke situ. Bahkan gara-gara itu juga keluarganya kena tipu oleh dukun. Beruntunglah ketika itu ada keributan antara tentara dengan warga sehingga kepala desa di daerah itu curiga dengan dia, akhirnya kami semua berhasil menjemputnya pulang. Hanya 6 bulan dari kepulangannya, dia pergi lagi dan sampai sekarang entah di mana, kabar terakhir sih ada yang melihatnya di daerah Jawa Barat. Semoga saja dia lekas pulang, amin.

Kembali lagi ke bahasan orang gila asli, sejak saat itulah aku jadi sering berurusan dengan orang gila dalam artian jika ada orang gila yang mirip dengan ciri-cirinya aku diminta mendatangi dan melihat wajahnya, semoga saja dia tidak menjadi seperti itu, amiin! Terlepas dari itu ada satu pertanyaan dari Pak Muchalal yang masih kuingat hingga saat ini, “Mengapa orang gila itu berjalan di tepi jalan?” Hahaha, aneh juga ya, ketika kita melihat orang gila kadang tidak berpakaian, tidak memikirkan hal-hal di sekitarnya, kotor tetapi kok tahu jika ingin berjalan itu di tepi jalan. Wallahu a’lam, mungkin karena aku bukan orang gila maka aku tidak bisa menemukan jawabannya.

# ternyata orang gila itu sudah ada sejak dua hari yang lalu dan sempat membuat kehebohan juga di rumah-rumah tetanggaku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s