antara aku, kau dan dia part 23 tips sukses UAS, pendadaran dan menaikkan IPK

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Pada awal–awal bulan januari ini biasanya kampusku mengadakan uas(ujian akhir semester atau juga ada yang bilang ujian anti serius). Uas biasanya memiliki bobot sekitar 60% dari nilai total dengan asumsi bahwa ts berbobot 30% dan tugas 10%. Sudah banyak sekali tips dan trik agar bisa lolos dari ujian tertulis termasuk uas dan uts, tapi pada kali ini aku mencoba memberikan beberapa tips yang agak lain dari biasanya. Semua sudah kucoba dan alhamdulillaah berhasil (meski kadang juga gagal) dan aku juga tidak tahu apakah bisa berhasil juga untuk orang lain.

Tipsnya antara lain :

0. Berdoa pada Allah subhanahu wa ta’ala agar diberi kemudahan, kesehatan dan kelancaran dalam mengerjakan uas. Sakit adalah separuh dari kekalahan.

0.5 Ketika menjawab uas, pastikan kamu tahu dan menuliskan keyword-keyword yang disukai dosen dari jawaban itu. Dosen itu cuma mencari keyword di lembar jawabmu, kalau ada ya akan dibaca terus dinilai dan kalau tidak ada ya bisa jadi jawabanmu itu salah.

1. Sukai dulu kuliahmu (kalau suka, semua akan lancar, tapi jika tidak suka dengan kuliahmu wah itu bisa susah karena niat untuk belajar akan minim).

2. Uas, uts dan ujian yang semacamnya merupakan ujian mental, jadi siapkan mental. Tenang, jangan grogi dan panik. Caranya biar tenang?
2.1 Jangan belajar semalam menjelang ujian, manfa’atkan minggu tenang meski minggu tenang itu di musim liburan hehe.
2.2 Setarakan materi yang kamu punya dengan teman-temanmu. Jangan sampai ada materi yang terlewatkan.
2.3 Jika ujiannya open book, bawa saja semua materi yang berkaitan dengan itu. Kemudian tentukan prioritas buku mana yang menjadi acuan, cari buku yang kira-kira digunakan untuk membuat soal dan yang kamu perkirakan banyak terdapat jawaban. Jadi sebelum ujian kamu perlu menandainya dulu agar pas ujian bisa cepat membacanya.

3. Baca dan kalau perlu print powerpoint dari dosen. Itu lumayan untuk memprediksi apa saja yang akan keluar.

4. Seperti biasa, cari soal-soal terdahulu karena dosen itu soalnya ya cuma itu-itu saja yang dikeluarkan, paling cuma diganti angkanya. Namun, ada juga lho dosen yang soalnya setiap tahun berbeda.

5. Bisa juga belajar kelompok, tapi aku lebih suka belajar sendirian. Kalau belajar kelompok pastikan ada yang lebih paham materi sehingga menghindari perdebatan. Kita belajar agar paham, bukan malah sesat.

6. (WARNING! Cara ini mungkin adalah cara ter-gila yang pernah kulakukan. Kenali bagaimana sih karakter dosen. Dosen itu ada yang berpikiran begini “soal uas itu tidak perlu dijawab semuanya, tapi jawablah soal uas itu dengan lengkap dan sempurna”, tapi gak semua dosen seperti itu juga hehe. Boleh cerita? Waktu itu mata kuliah elusidasi struktur (masih digabung jadi 1), dosennya 3. Tahun pertama mengambil nilai uts-ku cuma 10 (lebih rendah daripada temanku yang tidak pernah masuk kuliah, dia dapat 15 hahaha). Dengan demikian bisa dipastikan tahun depan aku akan mengulang mata kuliah ini karena maksimal nilai yang bisa diperoleh cuma D (dosennya 3 broo). Tahun depan mengulang lagi mata kuliah itu, nilai uts kali ini agak lumayan 45, naik 450%, masalahnya dengan nilai ini peluang dapat nilai D masih tinggi. Nah, dua dosen (Pak A dan Bu B) setelah uts itulah yang menentukan nasibku dan sayangnya Bu B tidak selesai memberikan materi, ah nasib! Akhirnya di uas yang soalnya dibuat oleh 2 dosen setelah uts, hanya soal-soal dari Pak A yang kukerjakan tapi dengan sesempurna mungkin karena aku tahu Pak A itu suka jawaban yang perfect. Soal dari Bu B tidak aku ambil pusing, jawab sekedarnya saja. Akhirnya, aku mendapatkan nilai C! Tapi ingat, utsku nilainya 45 lho, start dari nilai D.

7. Tambahan saja bagi yang ingin ujian skripsi. Di jurusan kimia tempatku belajar dulu, penguji skripsi itu berasal dari lab yang berbeda dari labmu. Lab kimia komputasi berada di bawah lab kimia fisik, maka kemungkinan pengujimu berasal dari lab organik, analitik atau anorgani, tinggal membuat kombinasinya saja. Kebtulan waktu itu aku mendapatkan penguji dari lab anorganik dan organik dan kebetulan juga bapak penguji yan berasal dari lab anorganik itu selalu memberikan nilai B, yah begitulah kata temanku setelah aku ujian skripsi. Tipsnya itu sangat sederhana, mengingat penguji berasal dari lab yang berbeda maka sudah bisa dipastikan mereka tidak akan paham bidangmu jadi pertanyaannya akan sesuai dengan bidang yang dikuasai para penguji jadi belajarlah materi-materi dasar dari kimia. Kedua, lihat bagaimana suasana ujian skripsi itu, bisa dengan melihat orang lain yang sedang ujian, catat kira-kira apa sajakah yang ditanyakan. Ketiga, persiapkan mental dan powerpoint dengan baik, jangan panik dan grogi, tenang saja. Keempat, nilai ujian skripsi itu berasal dari beberapa komponen antara lain : dari penguji, naskah skripsi dan dosen pembimbing jadi tenang saja, calm down. Pastikan naskahmu sudah baik dan benar, mengikuti format yang diminta oleh fakultas. Kalau kamu paham apa yang kamu lakukan pasti bisa menjawab pertanyaannya😀.

Yang namanya kuliah itu pasti berkaitan dengan IPK. Meski ada yang bilang IPK itu tidak penting, nanti tidak berguna di dunia kerja, yang penting juga adalah softskill dll. Ingat, IPK itu cuma dasar dan kalau dasarnya jelek gimana yang lainnya? Okelah, IPK itu gak berguna di dunia kerja (mau IPK cumlaude atau enggak kan gajinya sama), tapi bagaimana bisa lolos seleksi administrasi jika IPKnya di bawah rata-rata. IPK itu bukan segalanya di kuliah, tapi cuma dasar sekali lagi ingat itu. Ilmu jauh lebih penting daripada IPK. Untuk menaikkan IPK sebenarnya mudah tapi butuh proses dan konsistensi yang agak lama, kecuali kamu sudah berada di semester akhir, ikhlas sajalah dengan IPK yang seadanya. Pengalamanku menaikkan IPK itu harus dimulai semester 1, maksimal mulai dari semester 4.

IPK itu terdiri dari nilai mata kuliah yang mudah dan sulit, jadi cara agar IPK naik adalah untuk mata kuliah yang mudah (kalau di Kimia seperti agama, bahasa inggris, pancasila dan mata kuliah lain yang kamu anggap mudah) usahakan dapat nilai maksimal, A. Nah, untuk mata kuliah yang dianggap sulit (kalkulus, mekanisme reaksi anorganik, kimia unsur dll) tidak perlu mendapatkan A juga tidak apa-apa asalkan jangan jelek-jelek bangetlah, usahakan mendapatkan B. Dengan demikian, bisa dipastikan IPK-mu akan di atas 3 karena yang ada cuma A dan B. Lakukan cara ini dengan konsisten terus sampai lulus, maka insya Allah IPK-mu akan naik dengan syarat harus dimulai dari semester awal, maksimal semester 4.

Jangan berbuat curang hanya untuk mendapatkan IPK yang tinggi karena itu tidak ada gunanya, membohongi diri sendiri. Kalau hanya untuk mendapatkan nilai saja curang, bagaimana nanti jika sudah menjadi pejabat? Oke, cukup sekian dan selamat menjalani uas bagi yang masih menjalaninya. Semoga bermanfa’at!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s