antara aku, kau dan dia part 22 knowledge before married

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Mari tulisan kali ini aku buka dengan ucapan “Baarakallahu laka wa baarakaa ‘alaiyka wa jama’a baiynakumaa fii khoir” untuk beberapa orang temanku yang baru saja menikah, meski aku tidak sempat hadir di semua resepsinya.

Jika ditanya musim apa sekarang? Jawabannya adalah musim nikah karena selama 3 minggu berturut-turut selalu saja ada temanku yang menikah, termasuk yang pagi tadi. Kemarin pagi aku mendapatkan undangan untuk menghadiri walimahan temanku atau lebih tepatnya tetanggaku karena aku memang tidak terlalu akrab dengannya. Karena dia sendiri yang mengantarkan undangan jadi mau tidak mau aku harus datang ke acaranya. Acara pernikahannya sangat sederhana sekali hanya akad nikah yang langsung diteruskan ke walimahan. Itupun juga sangat sederhana sekali, tamu pria dan wanita dipisah, tidak ada musik dan acaranya juga sangat sederhana.

Menikah di usia muda merupakan berkah yang harus disyukuri mengingat dahsyatnya gelombang kerusakan saat ini, beruntunglah bagi yang sudah menikah. Menikah sendiri butuh persiapan yang matang, bukan hanya materi tapi juga ilmu karena aku melihat banyak sekali yang siap menikah tapi tidak siap untuk menjadi orang tua. Entah mulai dari salah dalam mempersiapkan jalan menuju pernikahan, pas acaranya dan setelah memiliki anak. Akan sangat panjang jika membahas semua itu di sini dan aku yakin buku-buku tentang pernikahan sudah banyak di pasaran.

Apa yang ingin aku tulis di sini adalah modal ilmu itu sangat penting sebelum kita menikah, bagaimana cara memilih istri dan ibu untuk anak, mempersiapkan pernikahan, mengapa harus menikah, bagaimana mendidik anak dll. Hal ini dikarenakan kita menikah bukan untuk sehari atau dua hari saja, tapi untuk seumur hidup kita. Bisa dibayangkan bagaimana jika seumur hidup kita tinggal bersama orang yang tidak kita harapkan, bagaimana nasib anak-anak kita.

Semua ini berawal ketika kita akan memilih calon istri. Pacaran bukan solusinya, bahkan dalam pacaran itu isinya cuma kepalsuan. Kriteria yang pertama sudah jelas, agama dan manhajnya, kalo menyimpang sebaiknya jangan dipilih. Tapi bagaimana dengan kriteria harta, wajah dan keturunan? Mari kita perinci satu per satu (hei, ini hanya menurut hasil pengamatanku saja mungkin bisa salah dan juga bisa benar):

1. Duit -> Jangan pilih istri yang lebih kaya atau miskin daripada kamu, pilihlah yang setara denganmu. Memilih istri yang memiliki perbedaan ekonomi yang terlalu tinggi bisa menyebabkan kehidupanmu akan susah kecuali istrimu yang lebih kaya itu mau meninggalkan kekayaannya dan mulai dari 0, bukan hanya itu dua besan bisa-bisa gak akur kayak yang ada di sinetron-sinetron murah itu.

2. Wajah -> Ingat, kamu itu tampan tidak?? Kalo wajah pas-pasan jangan berharap istri yang terlalu cantik. Why? Karena nanti kamulah yang akan disetir istrimu. Istri yang terlalu cantik juga susah menjaganya karena banyak mata yang melirik kepadanya. Cari istri yang wajahnya tidak terlalu cantik atau terlalu jelek saja.

3. Keturunan -> Kalo kamu orang biasa, jangan harap punya istri anak presiden (eh, Pak SBY kan ga punya anak perempuan hehe). Cari yang orang biasa-biasa saja juga. Karena ini tidak hanya berpengaruh pada kamu dan istrimu sajatapi juga pada keluarga besarmu dan keluarga besarnya.

Yang perlu diingat, itu semua cuma hasil pengamatanku saja dan apabila kita mendapatkan istri yang agamanya baik, cantik, kaya dan dari keluarga ningrat maka bersyukurlah dan jagalah agar tidak jatuh ke tangan orang lain😀.

Kita pun sadar bahwa keluarga adalah lingkup terkecil dan terpenting untuk pendidikan, maka dari itu menjadi orang tua yang baik yang tidak sekadar menjejali anak dengan uang dan mainan itu juga perlu. Betapa banyak orang tua yang gagal mendidik anaknya sehingga terjerumus ke hal-hal yang tidak baik. Sayangnya, banyak juga keluarga yang suami-istri kerja di kantoran dan mempercayakan pendidikan anak-anaknya pada pembantu. Kita tidak akan tahu bagaimana alam pikiran anak kita dibawa pembantu. Seharusnya kitalah yang mendidik anak-anak kita sendiri sehingga menjadi orang yang berguna. Masih jelas di ingatanku ketika masih kelas X SMA dulu. Waktu itu guru sosiologiku (istri wakil Ketua KPK lho hahha :D) mengatakan banyak orang tua yang salah dalam mendidik anak, salah satunya adalah mengajari anak untuk bohong. Misalnya, ada anak kecil jatuh, lalu ibunya berkata “Ihhh, kodok nakal, rasakan nih!” Padahal tidak ada kodok di sana atau menjanjikan sesuatu pada anak agar tidak menangis tapi kemudian tidak dipenuhi. Semua itu terjadi karena mereka tidak mengerti bagaimana menjadi orang tua yang tidak mengerti mendidik anak.

Menikah tidak hanya menyatukan dua orang manusia saja, tapi juga dua keluarga besar. Inilah yang terkadang sulit untuk disatukan, absurd sekali kan kalo dua besan gak pernah ketemu selama 20 tahun? Atau tidak pernah ketemu selama Hari Raya Idul Fitri? Untuk itulah ketika kita akan mencari calon istri sebaiknya data-data tentang dia dicari lewat keluarganya. Hal ini sekaligus agar kita tahu bagaimana keluarga calon istri, apa calon mertua kita itu serakah, pelit atau bagaimana? Maka dari itu, pacaran itu merupakan kepalsuan karena rata-rata orang pacaran itu menutupi aib satu sama lain. Jika teman dekat atau keluarga yang dekat dengan istri jahat, maka waspadalah waspadalah karena bisa jadi istri kita itu juga jahat. Satu hal terakhir, jika sudah menikah sebaiknya jangan tinggal satu atap dengan mertua kecuali karena mendesak sekali. Hal ini agar rumah tangga kita tidak diganggu oleh mertua.

Beberapa bulan lalu aku pernah bercakap-cakap dengan teman satu lab dulu yang baru saja menikah. Dia dan istrinya berkomitmen untuk tidak membawa tv masuk rumah karena kerusakannya lebih besar daripada manfa’atnya. Benar juga sih, tayangan tv nyaris tidak ada manfa’atnya dan bisa merusak. Bagaimana tidak hampir setiap hari muncul wanita-wanita dengan celana seadanya, tayangan sinetron yang mengajarkan caci maki (gila, aku pernah gak sengaja liat pas si istri maki-maki suaminya), pacaran (gila juga, cewek berkerudung juga pacaran. Innalillaahi..Rusaknya dobel). Mungkin agak sulit tapi hal ini bisa dilakukan kok😀. Btw, mengapa yang namanya sinetron, film itu laku? Karena masyarakat kita sangat doyan nonton! Titik.

Sebagai calon orang tua kita juga dituntut tidak gaptek (asal jangan keterlaluan saja melek teknologinya). Intinya kita harus bisa mengawasi pergaulan anak kita di dunia maya. Sering ada kasus anak diculik temen fesbuk, selingkuh via internet (mungkin saja terjadi) dan hal ini disebabkan karena orang tua itu gaptek atau salah satunya gaptek plus emang gak bener. Oia, Carilah calon istri atau calon suami yang baik-baik, jangan cari yang jelek.

Dari uraian di atas mungkin kalian berpikir kalau aku sudah menikah? Sayangnya pikiran itu salah, karena aku masih belum menikah. Tulisan di atas hanya terinspirasi oleh pengamatanku saja. Memang ketika baru saja lulus SMA aku sangat ingin segera menikah, tapi setelah dipikir-pikir ternyata waktu itu aku masih sangat anak-anak, gak ngerti mana yang bener mana yang salah. Aku pun tidak menjalin hubungan yang spesial dengan siapapun karena buat apa? Jalan untuk nikah masih panjang toh kalo kami berjodoh gak usah komunikasi sekarang nanti juga pasti ketemu. Banyk orang pacaran yang waktu pacarannya lebih lama daripada usia pernikahannya dan banyak orang yang langgeng menikah tanpa pacaran dahulu serta yang lebih banyak lagi adalah banyak yang pacaran tapi gak sampai jenjang pernikahan!

Di akhir tulisan ini, aku lampirkan ringkasan buku pernikahan dari salah seorang ustadz. Buku itu dulu pernah dibahas dan kebetulan waktu itu aku datang meski tidak membeli buku tersebut. Semoga bermanfa’at!

nikah

# Istri itu seperti baju, harus dipilih dan dipilah. Caranya adalah yang sesuai dengan ketentuan Islam, bukan dengan jalan-jalan yang hina dan menjijikkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s