sekilas tentang IOPs Gaussian

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Ketemu lagi nih hehe🙂. Akhir-akhir ini aku jadi ingat percakapan dengan salah satu mahasiswa S3 di AIC dulu (alhamdulillaah, bapak itu sekarang sudah menjadi Doktor kedua dari AIC). Waktu itu kami saling membincangkan tentang Gaussian dan IOp. Kata beliau kalau setelah lulus ingin belajar bagaimana menggunakan IOp-nya Gaussian (Haloo, Pak Yahmin gimana kabarnya?).

Bagi yang sudah familiar dengan Gaussian pasti sudah tahu apa itu IOp, namun bagi yang awam seperti saya, wajib belajar tentang IOp. IOp merupakan salah satu dari berbagai macam keyword untuk Gaussian, hanya saja berbeda dengan keyword pada umumnya yang nilainya berupa string, misalnya opt=tight. Nilai dari Iop berupa angka. Iop ini bertujuan untuk mengeset opsi internal dari Gaussian. Coba perhatikan bagian atas output Gaussian, di sana akan muncul angka-angka kan? Itu adalah IOp default yang digunakan Gaussian.

Sintax dari IOp adalah sebagai berikut :
IOp(Ov1/Op1=N1,Ov2/Op2=N2, …)

yang mana akan mengeset harga angka Op1 ke angka N1 untuk setiap kemunculan overlay Ov1. Nah, setting internal ini sangat berpengaruh pada kalkulasi lho, makanya harus hati-hati.

Jika kita menggunakan perintah opt freq (perintah dengan urutan pekerjaan selanjutnya yang secara otomatis dikerjakan Gaussian), maka pada job kedua tadi nilai IOp yang dimasukkan di job pertama tidak akan dieksekusi pada job kedua. Begitu juga dengan metode yang multi step seperti G3 dan CBS. Sebagai contoh, kita ingin menentukan grid untuk DFT pada perintah opt freq, maka kita menggunakan keyword int=grid daripada menyebutkan secara ekspilisit nilai IOp-nya.

Oia, Gaussian sendiri telah menggunakan nilai default untuk IOpnya, jadi kita tidak perlu repot-repot untuk menuliskan IOp yang akan digunakan Gaussian. Mengapa IOp ini penting untuk diketahui? Karena kita bisa mengontrol apa saja yang akan dilakukan oleh Gaussian dan terkadang tidak semua opsi dalam keyword itu mewakili apa yang ingin kita kerjakan.

Overlay di Gaussian sendiri ada 12 mulai dari overlay 1-11 dan overlay 9999. Masing-masing overlay masih memiliki option number yang juga lumayan banyak. Nah, masing-masing IOp itu juga memiliki nilai yang tersendiri, jadi memang ribet sekali belajar tentang IOp ini. Untungnya beberapa pusat kimia komputasi sudah memberikan IOp-IOp apa saja yang diperlukan untuk tiap jenis pekerjaan yang akan dikerjakan, misalnya untuk menghasilkan data DOS atau PDOS, perhitungan band structure mereka sudah memberikan petunjuk ini lho IOp yang bisa digunakan.

IOp antar versi Gaussian itu berbeda lho. Gaussian 03 dan 09 saja sudah berbeda IOp-nya, jadi sebaiknya kita cek dulu Gaussian yang digunakan versi berapa? Jika masih versi lama, siap-siap saja googling manual Gaussian yang ada IOp-nya karena di web resmi Gaussian, Gaussian help untuk versi lama akan dihapus dan digantikan help untuk Gaussian versi terbaru.

Oke, cukup sampai di sini dulu pembahasan tentang IOp-nya, semoga bermanfa’at!

# Karena settingan IOpnya berpengaruh sekali terhadap kalkulasi, jadi aku tidak berani memberikan contohnya🙂.

# Arsip IOp Gaussian bisa dilihat di www.gaussian.com/iops.htm.

# Penjelasan resmi dari Gaussian bisa dilihat di http://www.gaussian.com/g_tech/g_ur/k_iop.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s