antara aku, kau dan dia part 15 Kartu Kuning, SKCK, SIM di Sleman

Birokrasi adalah salah satu hal yang sering dibicarkan di negara ini, entah karena terlalu ribet, muter-muter, pungutan liar atau yang lainnya. Mungkin saja di daerah lain terjadi hal-hal seperti itu, aku juga kurang tahu, tetapi dalam tulisan kali ini aku hanya ingin sekedar berbagi tentang birokrasi di tempatku.

Sebagai warga negara yang baik (halah :P) kita wajib memiliki apa itu yang namanya KTP atau yang sekarang dikenal dengan nama E-KTP (btw bentuk e kok sama saja dengan KTP yang lama?? Gimana cara kerja E-KTP??). Untuk membuat KTP di Sleman, kita cukup datang ke RT/RW, aku sarankan sore saja coz insya ALLAH Pak RT/ Pak RW ada di rumah dan jangan lupa bawa fotokopi KK. Setelah mendapat pengantar dari RT/RW untuk jalan pintas dan gampangnya langsung pergi ke tempat Pak Dukuh? Karena di tempatku masih menganut sistem perdukuhan, di sini minta tolong saja ke Pak Dukuh untuk mengurus pembuatan KTP, jangan lupa bawa pas foto 2×3 background merah, untuk tahun kelahiran ganjil dan background biru untuk tahun kelahiran genap plus uang administrasi (kira-kira 15-20 ribuan, itung-itung juga buat beli bensin Pak Dukuh untuk ke kecamatan dll.) KTP baru kita insya ALLAH akan jadi dalam waktu 3-5 hari dan bisa diambil di tempat Pak Dukuh.

Semenjak tidak lagi duduk di bangku kuliah, aku perlu untuk mengurus apa yang namanya Kartu Kuning alias Kartu Pencari Kerja dan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian). Kayaknya serem juga ya namanya, hehe tapi ternyata mengurus dua benda itu sangat simple dan cepat (karena tidak pas pembukaan pendaftaran cpns). Untuk mengurus kartu kuning (atau tepatnya kartu putih karena dicetak di kertas putih), log in dulu ke infokerja.depnakertrans.go.id (gak perlu ke RT/RW, pak dukuh, calon mertua, calon istri, kelurahan dan kecamatan). Isi saja semua form yang ada di sana, tapi jangan senang dulu kawan hehe😛. Why?? karena kita masih harus mencetak kartu itu di Disnakertrans Sleman. Bagi yang belum tahu, lokasinya ada di kompleks Pemda Sleman. Kalo menurutku sih jalan yang paling nyaman alias tidak ada traffic light kecuali pas di ring road lewat Rumah Sakit Akaademik UGM yang baru itu ke utara, terus ikut jalan aja jangan belok kemanapun, ikut terus sampai nanti ketemu perempatan yang ada jembatannya di dekat kantor kejaksaan. belok kiri, ada pertigaan belok kanan dan disnakertrans ada di pojokan jalan kanan jalan. Jangan lupa pas ke sana bawa

1. foto 3×4 dua lembar
2. fotokopi KTP yang masih berlaku
3. fotokopi ijazah pendidikan terakhir.

Nah, bagi yang tadi mengisi on line, sebaiknya lupakan saja karena kalian (Oktober 2012) diharuskan mengisi form lagi, tenang saja mas-mas atau mbak-mbak yang di sana akan menjelaskan bagaimana caranya. Yang paling penting dalam mencari kartu kuning adalah tidak boleh diwakilkan! Untuk di disnakertrans, alhamdulillah pegawainya masih sadar kalau mereka dibayar negara sehingga datang tepat waktu, kantor buka tepat waktu dan pelayanan yang tidak ribet, cuma 5 menit saja😀.

Selesai mengurus kartu kuning, giliran sekarang mengurus SKCK. SKCK sebenarnya semacam surat keterangan rekam jejak kita di kepolisian, apakah sudah pernah terlibat kriminal atau belum. Persiapan untuk membuat SKCK adalah

1. pas foto 4×6 8 lembar dengan background warna merah (wuh akeh men ya??)
2. fotokopi KTP
3. fotokopi kartu rumus sidik jari
4. biaya administrasi Rp 10.000
5. rekomendasi dari kelurahan -> langsung datang ke kelurahan dan minta surat pengantar untuk membuat SKCK.

Beberapa web juga menyarankan untuk mempersiapkan fotokopi KK dan Akta Kelahiran tapi itu ternyata useless.

Langkah awal mengurus SKCK adalah dengan membuat kartu rumus sidik jari. Kartu rumus sidik jari bisadibuat di Kantor Polisi Ngupasan, belakang RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Pertigaan RS PKU belok ke utara, pertigaan kedua belok timur terus belok ke barat, kantor polisinya ada di sebelah kiri jalan. Kemudian parkir motor dan masuk saja ke markas polisi itu. Masuk terus sampai mentok belok kiri, mentok belok kanan. Nah nanti akan ketemu bangku panjang dan kursi panjang serta beberapa mas-mas di sana yang lagi ngrokok (kalo pas lagi ngrokok, btw rokok itu hukumnya haram lho). Bilang saja mas mau bikin rumus sidik jari. Nanti kita akan dimintai pas foto 4×6 2 lembar dan disuruh mengisi form isian dan kartu rumus sidik jari, selesai mengisi sidik jari tangan kita akan diambil semuanya dan kemudian dilihat menggunakan lensa pembesar kemudian diisikan di kartu rumus sidik jari. Biaya administrasinya Rp 5.000, kalo lagi tidak ada antrian paling 5 menit jadi, tips ketika berurusan dengan birokrasi adalah selalu datang pagi dan pertama. Selesai dari sini, kita bergerak menuju Polsek Gamping, itu lho Pasar Gamping ke barat, kiri jalan, sebelah timur POM bensin Jalan Wates. Ruangan untuk membuat surat pengantar di sini terletak di sebelah barat kantor polisi. Bagi yang ingin menjadi cpns atau kerja di luar kota harus membuat SKCK hingga ke polres, tapi bagi yang cuma pindah penduduk atau yang semisalnya cukup sampai di sini saja. Di sini kita akan dimintai :

1. foto 4×6 background warna merah 2 lembar
2. surat pengantar dari kelurahan
3. kartu rumus sidik jari
4. untuk pembuatan SKCK biaya administrasi Rp 5.000, untuk pembuatan surat pengantar ke Polres, administrasi sukarela.

Santai saja, di sini polisinya tidak garang, malah terkesan tidak seperti polisi hehe😛. Tunggu beberapa saat dan woalla, surat pengantar anda sudah jadi. Oke, kita sekarang sudah menempuh 75% dari total langkah yang harus dijalani. Langkah terakhir adalah ke Polres Sleman, letaknya di Jalan Magelang KM 12,5, lokasinya di kanan jalan. Siapkan dulu fotokopi kartu rumus sidik jarinya. Kantor untuk pembuatan SKCK terletak di sebelah barat kantor utama, ada papan petunjuknya kok dan foto kopi ada di dekat masjid. Di sini kita akan dimintai :

1. foto 4×6 background warna merah 4 lembar.
2. surat pengantar dari polsek.
3. fotokopi KTP.
4. biaya administrasi Rp 10.000.

5. fotokopi KK dan akta kelahiran

Setelah itu isi dulu form yang diberikan pada kita, isi saja dengan jujur. Kemudian serahkan kembali ke petugasnya dan tunggu saja, SKCK (kalo tidak lagi antri) akan terbit dengan segera. Setelah kita mendapatkan SKCK, fotokopi SKCK tersebut 5 lembar agar kopiannya nanti dicap oleh petugas polres. Mungkin cuma 5-10 menit saja untuk membuat SKCK🙂.

Oia, karena kemarin sempat datang ke polres jadi ingat dulu pas membuat SIM. Memang sih banyak tawaran untuk membuat SIM tembak saja, tapi waktu itu aku tidak mau karena SIM adalah lisensi tentang kemampuan kita mengendarai motor. Lagipula SIM tembak itu kan mahal. Dulu (2008) membuat SIM baru hanya Rp 75.000 + Rp 20.000 untuk membuat surat keterangan sehat sedangkan SIM tembak bisa mencapai dua atau tiga ratusan ribu rupiah. Untuk membuat SIM datang saja ke Polres Sleman, lihat terlebih dahulu syarat-syaratnya seperti foto kopi KTP, kemudian minta form isian dan bayar. Setelah mengisi form isian kita diminta untuk tes tertulis, jika lolos tes tertulis maka hari itu juga kita akan tes praktek. Btw jika kita gagal tes tertulis pertama maka kita bisa tes tertulis lagi 3 hari kemudian, jika gagal lagi masih ada kesempatan lagi hingga dua bulan (CMIIW) dan semua tes ulangan itu GRATIS! kecuali setelah tes ke berapa ya, aku lupa itu sudah membayar kembali. Nah, setelah tes tertulis kita diminta untuk tes praktek. tenang saja, tes praktek untuk SIM C itu sangat mudah, zig-zag kemudian muter dengan formasi angka 8. Selesai tes praktek, kita diminta untuk membuat surat keterangan sehat. Surat ini bisa dibuat di klinik di depan Polres dan memang harus membuat di sana (tahun 2008) karena dulu pernah ada yang membawa dari tempat lain tapi ditolak oleh Polres. Untuk tes praktek gunakan saja motor yang standar, belum dimodifikasi dan semua part-nya lengkap. Jika semua lancar pada hari itu SIM akan terbit kurang dari 6 jam (karena itu adalah komitmen dari kepolisian).

Alhamdulillaah selama ini aku jika berurusan dengan birokrasi selalu mudah-mudah saja, asalkan kita tahu bagaimana prosedur yang benar dan tidak gampang percaya dengan hal-hal yang bersifat praktis/jalan pintas dll. Oia, jika kita sibuk dan tidak sempat mengurus keperluan, misalnya bayar pajak motor, silakan saja gunakan jasa bayar pajak tetapi untuk hal-hal yang kita wajib mengerjakan sendiri seperti mencari SIM, sebaiknya jangan main suap coz itu nanti akan berkaitan dengan keselamatan kita di jalan raya. Memang sih terkadang miris juga melihat satu pekerjaan bisa dikerjakan oleh dua/tiga orang, misalnya yang satu pekerjaannya tanda tangan dan yang satu lagi ngecap. Ya itulah realita di mana setiap orang membutuhkan pekerjaan dan lapangan pekerjaan di negara ini menjadi rebutan bagi ratusan atau bahkan ribuan orang. Hal yang paling berharga dari sebuah pekerjaaan bukanlah gaji melainkan pekerjaan itu sendiri. Oke, cukup sekian dulu dan semoga bermanfa’at!😀.

One thought on “antara aku, kau dan dia part 15 Kartu Kuning, SKCK, SIM di Sleman

  1. Pingback: antara aku, kau dan dia part 39 perpanjangan SIM di Sleman 2013 « neax502 simple blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s