antara aku, kau dan dia part 6 (jangan jatuh cinta, tapi bangun cinta)

Ah, berhenti sebentar menggarap tugas presentasi STA. Beberapa waktu lalu, aku mendapatkan film dari @miftahfaried yang berisi tentang cinta-cintaan gitu. Mungkin masalah ini sampai kiamat tidak akan pernah bosan untuk dibahas dan dikaji, mulai anak muda yang sedang mencari cinta hingga para orang tua yang ingin mengatur cintanya.

Satu kalimat yang bagus dalam film tersebut adalah energi cinta harus dialihkan bukan untuk melihatnya, berpacaran dengannya. Namun, untuk sesuatu yang lebih berguna. Dari SMP, kita diajarkan bahwa energi itu tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, hanya dapat dialihkan dari satu bentuk ke bentuk lain. Sebagai contoh, energi kimia dalam bensin diubah menjadi energi kinetik, kalor, bunyi dll. Jika sepeda motor telah dinyalakan. Begitu juga dengan energi cinta, sebenarnya tidak salah jika kita jatuh cinta pada orang lain, memendam rasa pada orang yang kita kagumi, sama sekali tidak salah. Hal itu normal-normal saja kok hehe🙂. Yang salah adalah kita menggunakan energi cinta itu untuk memikirkan bahwa dialah satu-satunya orang terbaik di dunia ini, dia tercipta untukku, paling cakep, paling cantik, melihatnya, berpacaran dengan dia, menggandeng tangannya, dan serangkaian perbuatan haram lainnya. Haram? lah iya lah, kan belum ijab qabul to :p. Inilah yang menjadi sebuah kesalahan dalam mendidik anak-anak. Para orang tua menganggap bahwa pacaran itu adalah sebuah hal yang lumrah, padahal tidak sama sekali. Bagaimana bisa dibilang lumrah, lah larangan agama dilabrak begitu saja, islam melarang umatnya untuk mendekati zina. Mendekati berupa dengan melihat, memegang tangannya, berduaan dll. Ini baru mendekati lho. Logikanya jika mendekati saja tidak boleh, apalagi melakukannya kan? Apalagi jika diembel-embeli dengan label “pacaran islami”. Tidak bergandengan tangan, tapi cuma sms, kalau bicara jaga jarak dan jaga pandangan, saling membangunkan untuk sholat malam, saling tukar menukar tausyiah, saling mengingatkan untuk berada dalam kebaikan, berduaan saling belajar kuliah dll. Kalau demikian apakah judi yang diawali dengan bismillah dan diakhiri dengan alhamudillah bisa di bilang judi islami ya akhi? Tentu tidak, tetap saja dibilang judi, begitu juga dengan pacaran islami, tetap saja pacaran dan itu dilarang. Berarti istilah “pacaran islami” merupakan istilah kosong yang dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab!

Pecinta sejati ialah orang yang akan berkomitmen dengan orang yang dia cinta. Kalau memang cinta, datangi orang tuanya katakan ingin ta’aruf, setelah cocok lalu lamar dan nikahi dia, selesai. Bukan seorang yang jago menggombal, jago menaklukan banyak wanita. Kalau memang belum bisa berkomitmen untuk segera menikah dengan dia, ya sudah lupakan saja dia. Banyak-banyak puasa, beraktivitas (blogging, nulis, olah raga, diskusi). Ingat, kalau dia memang jodoh kita maka suatu saat nanti pasti akan dipertemukan kembali dengan kita. Namun, jika memang bukan jodoh, insya Allah banyak yang lebih baik dari pada dia🙂.

Satu istilah yang masih kuingat dari film itu adalah “jangan jatuh cinta, tapi bangun cinta”. Lho, memang ada bedanya ya? Hmm, jatuh cinta itu dapat diartikan bahwa cinta datang dengan tiba-tiba dan rasa ingin memilikinya sangat kuat hingga kita cenderung takut untuk kehilangannya. Karena datangnya tiba-tiba (namanya saja jatuh cinta) maka terkadang kita belum siap berkomitmen dengan dia, lalu karena komitmen itu belum ada maka kita salah mengekspresikan bentuk cinta kita kepadanya (menurutku sih). Namun, bangun cinta itu beda. Membangun cinta itu berarti mempersiapkan diri kita untuk menerima kedatangan cinta bila waktunya telah tiba. Bersiap-siap dengan ilmu tentang cinta, dengan bekal harta agar ketika cinta telah datang, kita dapat segera melamar dia, berbekal dengan mulai membangun komitmen bahwa jika cinta telah datang, aku akan serius berkomitmen dengan dia, bukan untuk bermain-main dengan cinta, mempermainkannya seolah boneka yang jika telah bosan dapat kita buang begitu saja. Sudah paham kan?

Nah, makanya bagi kita yang masih duduk di bangku sekolah atau kuliah, sudah deh, belajar dulu yang benar, belajar ngaji (malu kan, sudah besar tapi masih belum bisa membaca al-qur’an), jika ada kesempatan berwirausaha, berwirausahalah, tapi bagi yang kerja part time juga boleh, banyak-banyak mengikuti kegiatan positif agar energi cinta yang kita miliki tidak terbuang sia-sia. Ketika cinta datang agar kita tidak kaget dibuatnya dan siap untuk menjalin komitmen dengan dia, membangun cinta bersamanya agar sampai di surga (amiin).

Jika untuk menghadapi ujian akhir semester atau Ujian Nasional (UNAS) saja kita begitu luar biasa mempersiapkan diri, mulai dari mengkopi semua catatan kuliah, mengkopi buku-buku yang mungkin tidak pernah kita baca sama sekali, ikut bimbingan tes, tentu persiapan yang jauh lebih matang juga perlu disiapkan untuk menyempurnakan separuh dari agama kita. So, take easy saja, masih hal yang jauh lebih penting dari pada berpikir “mengapa ya kok tidak ada yang mau sama aku?” hehe :p.

# ditulis setelah nonton film jangan jatuh cinta, tapi bangun cinta –> bisa dicari di youtube.com
# “jika kamu bermain api, maka akan terbakar. Bermain air akan basah, dan jika kamu bermain-main dengan cinta, maka kamu sendirilah yang akan terluka (Ketua KIR SMA-ku dulu, hehe thanks for suggestion, i’m still remember till now :D)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s