apt basic operation:apt-get install

Salah satu manajemen paket program yang terkenal di Linux adalah apt (advanced package tool) milik Debian. Hal yang mendorong munculnya manajemen paket program adalah karena instalasi di Linux sering terkendala dengan dependency hell, di mana satu aplikasi akan bergantung terhadap aplikasi atau library lain yang jika belum terinstall maka aplikasi tersebut tidak akan bisa diinstall. Baik itu menginstall dari source code ataupun dari paket binary. Dapat dibayangkan jika satu aplikasi bergantung terhadap puluhan library dan aplikasi lain, tentu hal ini akan sangat merepotkan. Apt tidak hanya tersedia di Debian, tapi juga di turunannya seperti Ubuntu, Mint dll. Distro Linux lain pun sudah banyak yang menggunakan program manajemen paket yang hampir sama dengan Apt, misalnya di RedHat dan turunannya ada yum, Suse ada zypper, Arch ada pacman dll.

Nah, sekarang kita mengenal lebih dekat tentang apt ini. Terutama yang berkaitan dengan instalasi, menghapus program atau mengupgrade sistem. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, apt datang untuk mengatasi masalah dependency hell sehingga apt harus tahu di manakah repository dari software-software di Debian. Repository ini akan ditulis di /etc/apt/source.list dan setiap kali mengedit file ini apt harus diupdate agar repository tadi dapat dikenali oleh apt. eh, meskipun demikian sangat dilarang mencampur repository Debian dengan repository milik turunannya seperti Ubuntu dan Mint. Bahkan dilarang mencampurkan repository antar versi Debian sendiri. Loh, maksudnya? Ya, Debian hadir dalam 3 versi, stable, testing, unstable. Stable= Debian rilis sekarang, kalo sekarang Debian Squeeze. Testing= ini untuk paket-paket yang akan digunakan buat rilis Debian selanjutnya, Debian Wheezy dan unstable= artinya bukan tidak stabil, tapi paket-paket yang di dalamnya masih dalam tahap pengembangan dan hampir setiap minggu terus diupdate. Lalu ada juga oldstable= Debian rilis terdahulu, Debian Lenny. Mencampuradukan antar versi Debian akan membuat hang sistem dan apt menjadi “bingung”, aku sudah membuktikan hal itu. Ceritanya dulu upgrade dari Debian lenny ke squeeze (stable), nah repository DVD lenny di source.list tidak kuhapus, akibatnya apt menjadi error. Ini baru sesama stable, gimana kalo nyampur antara stable dengan testing atau unstable? Bahkan mencampur antara debian dengan ubuntu?😛. berikut adalah contoh dari /etc/apt/source.list
deb cdrom:[Debian GNU/Linux 6.0.0 _Squeeze_ – Official i386 DVD Binary-2 20110205-17:27]/ squeeze contrib main
deb cdrom:[Debian GNU/Linux 6.0.0 _Squeeze_ – Official i386 DVD Binary-1 20110205-17:27]/ squeeze contrib main

# Line commented out by installer because it failed to verify:
#deb http://security.debian.org/ squeeze/updates main contrib
# Line commented out by installer because it failed to verify:
#deb-src http://security.debian.org/ squeeze/updates main contrib

# Line commented out by installer because it failed to verify:
#deb ://volatile.debian.org squeeze-updates main contrib
# Line commented out by installer because it failed to verify:
#deb-src ://volatile.debian.org squeeze-updates main contrib

jika ingin menambahkan repository baru misalnya repository backport debian. Maka tinggal ditambahkan di source.list
deb http://backports.debian.org/debian-backports squeeze-backports main
backport adalah repository untuk software-software versi baru daripada yang ada di DVD/repository resmi Debian. Debian sangat mengutamakan kestabilan sehingga software-software yang dimasukkan ke dalam DVD/repository Debian agak jadul. Selain itu juga backport juga breisi software-software non free. Begitu juga jika ingin memakai mirror lain, tinggal memasukkannya ke source.list kemudian diikuti dengan apt-get update.
Setelah selesai mengedit source.list, sekarang jika ingin menginstall program tinggal menggunakan perintah apt-get install nama program. Untuk mencari program yang kita inginkan bisa menggunakan perintah apt-cache search keyword, misalnya apt-cache search chemistry, maka akan muncul semua program yang berkaitan dengan chemistry. Secara otomatis apt-get akan mencari program atau library terkait dengan program tersebut. Sedangkan jika ingin menghapus program terdapat beberapa cara.
1.Apt-get remove => hanya akan menghapus program tersebut dan tidak menghapus file-file konfigurasinya.
2.Apt-get purge => menghapus program sekaligus file-file konfigurasinya
3.apt-get autoremove => menghapus program sekaligus program-program lain yang terkait untuk memenuhi dependencynya dan yang tidak lagi dibutuhkan
selain menggunakan perintah apt-get dapat juga menggunakan perintah aptitude. Sama dengan apt-get install, untuk menginstall program tinggal menggunakan perintah aptitude install. Aptitude lebih interaktif dari pada apt-get. Selain itu, aptitude juga akan me-remove paket-paket yang tidak lagi dibutuhkan pada saat instalasi. Akan tetapi jika ingin menggunakan GUI bisa memakai synaptic package manager. Proses editing dari source.list juga dapat dilakukan menggunakan synaptic.

Oke, sekian dulu dan selamat bermain-main dengan apt!
# diringkas dari Debian packet management

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s