Quick Tour KDE 4

Alhamdulilaah kita masih bisa ketemu lagi di sini, masih seputar Linux lho hehe. Pada pengantar awal saya hanya menguraikan bagaimanakah tentang sejarah linux, kelebihan dan sedikit perbedaan antara Linux dengan Windows yang selama ini kita kenal. Sengaja tidak saya tampilkan bagaimana instalasi dari Linux karena memilih distro itu sebenarnya tergantung dengan selera kita dan kebutuhan. Bagi yang baru kenal dengan Linux (seperti saya) bisa menggunakan distro yang cukup user friendly, macam Ubuntu, OpenSuse, Mandriva, PCLinuxOS dll. Nah, sekian banyak distro itu semua tampilannya sama lho. Ha? Kok bisa? Yap, Linux yang dikembangkan oleh Linus Torvald kan cuma kernel, jantung sistem operasi. Aplikasi-aplikasi lain kan tidak dibuat oleh Linus melainkan oleh komunitas-komunitas atau pun perusahaan yang ada di dunia ini. Termasuk yang akan kita bahas kali ini, Desktop di Linux namanya apa sih? Jangan-jangan linux itu cuma hitam-putih, hijau-hitam saja.

Linux modern saat ini telah memiliki tampilan yang sangat indah berkat para pengembang desktop manager seperti KDE, GNOME, XFCE dll. Paling tidak menurut saya tampilan Linux jauh lebih baik dari pada OS yang lain ( gak sebut merek lho). Setiap distro membawa desktop manager yang telah dipaket bersama dengan program-program yang lain. Nah, desktop manager ini tak sekedar mengatur tentang tampilan lho, tapi di dalamnya juga terdapat aplikasi lain seperti pemutar mp3, pemutar film, office dll, jadi sekali menginstall linux, tak perlu susah-susah lagi menginstall program-program yang lain.

Di dunia ini ada 2 desktop manager yang terkenal yaitu: KDE dan GNOME. Keduanya sama-sama bagus, unik dan sekali lagi, pemakaiannya tergantung dengan selera kita. Oke, kali ini kita bahas KDE dulu ya karena kebetulan desktop manager ini yang saya gunakan di rumah hehe. Sebagai pengantar, ini dia screenshot dari KDE. Itu tadi KDE 4.5.5 dan ini KDE lawas, 3.5.10.

KDE 4

KDE 3.5

Ooo, jauh banget kan bedanya? Ya, KDE 4 merupakan revolusi besar-besaran dari KDE versi sebelumnya. KDE dikembangkan dengan bahasa Qt dan untuk lebih jelasnya silakan buka langsung web resmi dari kde, kde.org.

Satu hal yang perlu diingat dari menggunakan KDE adalah KDE 4 membutuhkan resource komputer yang lebih besar dari pada KDE 3.5. okee, sekarang kita mulai bekerja dengan KDE 4 aja ya karena kebanyakan distro sekarang sudah tidak lagi menggunakan KDE 3 kecuali yang saya pakai sekarang, Debian 5.0 Lenny. Sebenarnya sih dulu sudah upgrade ke Debian 6.0 Squeezze, tapi balik downgrade lagi haha, bukan karena apa-apa tapi karena saya suka saja tampilan KDE 3 hehe😀.

  1. manage desktop

  • menambah widget. Untuk menambah widget, klik kanan di desktop kemudian pilih add widget. Maka akan muncul list widget yang tersedia. Lalu klik pada icon widget yang akan kita tambahkan. Widget ini dapat kita atur posisi dan pengaturan lainnya. Jika ingin mengunci widget yang telah ada di desktop maka tinggal klik kanan, lock widget.

Add widget

  • setting desktop. Desktop di KDE 4, aktivitasnya dapat diatur dengan cara klik kanan di desktop, desktop settings. Jika ingin agar wallpaper berganti secara otomatis, tinggal pilih slideshow dan waktu transisi antar wallpaper. Menariknya lagi, aktivitas desktop dapat juga diganti-ganti lho, tinggal pilih saja di bagian activities.

Desktop Setting

Slide Show Wallpaper

Desktop Activity

Newspaper Activity
Search Activity

Folder View Activity

  • mengganti theme workspace. Untuk mengganti theme, pada system settings pilih workspace appearance, desktop theme. Kemudian pilih saja mana theme yang cocok bagi kita. Jika ingin mendownload theme yang lain tinggal pilih Get New Theme atau download manual dari kde-look.org

System Setting

theme

  • desktop effect. Untuk mengaktifkan desktop effect pada KDE, pada system setting pilih desktop effect kemudian Enable Desktop effect. Nah, setelah itu tinggal kreativitas kita dalam mengubah-ubah dekstop efek yang kita inginkan. Tidak harus punya RAM dan VGA yang tinggi. Dulu dengan RAM 512 MB dan VGA 32MB saja saya sudah bisa menikmati desktop efek dari KDE. Semakin tinggi spek komputer yang kita miliki semakin banyak desktop efek yang bisa kita pilih.

Desktop Effect

  • Mengenal panel KDE. Sama seperti panel bar yang lainnya panel bar KDE terdiri dari menu, task manager, system tray dll. Menariknya di panel bar kita juga bisa menambah dan me-remove widget yang ada. Tinggal klik tombol di pojok kanan, kemudian pilih add widget. Dari sini kita juga bisa mengubah ukuran dari panel bar juga.

  • Mengakses usb flash disk. Dukungan linux terhadap hardware saat ini sudah sangat baik. Jika ingin mengakses flash disk tinggal colokkan saja maka nanti akan muncul pop-up bahwa flash disk kita telah terdeteksi.

Mengakses flash disk

  1. Mengakses folder.

Untuk mengakses folder dapat dilakukan dengan menggunakan file manager dolphin atau konqueror. Setting dari dolphin dapat diatur sesuai keinginan kita, pilih menu settings, configure dolphin.

Dolphin

Split View

  • Membuat folder baru. Membuat folder baru sangat mudah, cukup klik kanan create new folder. Selain membuat folder kita dapat juga membuat link ke aplikasi lain, file office dll.

  • Copy-paste. Sama seperti file manager yang lain untuk copy-paste file tinggal klik kanan pada file yang akan dicopy terus pilih copy (ctrl+C) dan paste (ctrl+V) ke folder tujuan. Uniknya lagi, kita dapat mem-pause atau membatalkan proses ini lho.

copy paste

  • menghapus file. Istilah recycle bin dalam linux disebut dengan trash sehingga untuk menghapus file klik kanan pada file tersebut lalu pilih move to trash (delete) dan bila benar-benar ingin menghapus filenya, tinggal klik kanan, delete atau tekan shift+delete pada file yang akan dihapus. Trash dapat dikosongkan dengan cara klik kanan empty trash.

Trash

  • Search file/folder. Memang ada icon untuk search file atau folder. Selain itu, search file dapat dilakukan dengan cara menekan ctrl+f, maka akan keluar aplikasi untuk men-search. Sedikit tips, keyword untuk search sebaiknya selalu diapit dengan tanda * maksudnya dolphin akan mencari semua file atau folder yang mengandung keyword tersebut. Misalnya saya ingin mencari semua dokumen tentang linux, maka tinggal masukkan keyword “*linux*” (tanpa tanda petik).

Find

  • Beberapa shorcut pada dolphin

  • F1= memanggil KDE help center

  • F3 = split mode view

  • F4 = membuka terminal/konsole di dolphin

  • F5 = refresh

  • F6 = edit path lokasi

  • F7 = ekspand side pane

  • F8 = show hidden file

  • F9 = menghilangkan side pane

  • F10 = create new folder

  • F11 = menampilkan informasi tentang folder.

  • ctrl+C = copy file/folder

  • ctrl+V = paste

  • delete = menghapus file ke trash

  • shift+delete = menghapus file secara permanen

Okee, sampai di sini saja dulu pengenalan dekstop KDE dan dolphin. Di lain kesempatan kita ke bagaimana menggunakan aplikasi di KDE. Santai saja, pelan-pelan saja..😀

semoga bermanfa’at!

6 thoughts on “Quick Tour KDE 4

    • hehe..
      semua itu cuma masalah selera dan kebutuhan saja kok..
      yang lebih penting mari semua bekerja sama, jangan saling menjegal satu sama lain
      thanks atas kunjungannya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s