Short Introduction to GNU/Linux

GNU/Linux, salah satu jenis dari berbagai macam sistem operasi yang ada di dunia tentu saja di samping windows dengan berbagai macam versinya, XP, Vista, 7, ME, NT dll Mac OS, Solaris dll. Jika berbicara tentang Linux tentu tidak dapat dipisahkan dari “bapaknya”, UNIX namun sebelum membahas lebih jauh lagi ada satu hal yang harus dipahami, arti penting dari memakai GNU/Linux. Ya, mengapa harus Linux? Ada berbagai macam alasan yang melandasi seseorang untuk menggunakan Linux antara lain : Linux is Free, Free dalam artian bebas didistribusikan, dilihat kodenya, dimodifikasi dan tidak terbatas hanya gratis saja. Linux itu aman, setidaknya sampai saat ini belum ada virus komputer yang berjalan di Linux Desktop, bukan server. Bahkan virus-virus komputer yang menyerang windows pun tidak bakal bisa jalan di atas Linux. Selain itu user biasa tidak dapat mengutak-atik sistem Linux, hanya superuser yang bisa mengubah sistem Linux. Dengan menggunakan Linux setidaknya kita bisa tahu proses-proses apa yang bekerja di komputer. Linux memiliki tampilan grafis yang indah hehe🙂. Dengan bekerja menggunakan Linux kita bisa mengakses semua hardware yang ada di komputer, mulai dari harddisk, prosesor, sound card, modem dll. Linux is stable, ya paling tidak jika kita menggunakan versi stable dari suatu distro, tidak akan ditemui sistem yang tiba-tiba hang dan masih banyak alasan lagi untuk menggunakan Linux. Yang jelas dengan menggunakan Linux, kita telah berusaha agar tidak membajak software. Saya tidak anti dengan software yang berbayar karena memang software-software tersebut berkualitas, tapi jika tidak mampu membelinya masih ada solusi lain berupa software-software yang bersifat open source dan free. Tapi tak dapat dipungkiri juga bahwa migrasi ke Linux membutuhkan sedikit waktu untuk belajar.

Kembali ke sejarah Linux, sejarah Linux dimulai dari lahirnya UNIX di Bell Labs. Ketika itu para peneliti di Bell Labs mengembangkan sebuah sistem operasi yang mampu berjalan di berbagai hardware yang berbeda, simpel, aman ditulis dalam bahasa C, kode-kodenya dapat di recyle, multitasking dll. Ketika itu komputer masih belum seukuran PC sekarang ini melainkan mainframe dan mini computer. Ternyata UNIX menjadi sangat populer sehingga banyak vendor hardware ketika itu yang men-support UNIX. Karena kepopulerannya itu lah maka kemudian lahir berbagai macam turunan dari UNIX. Pengembangan UNIX terus berlanjut hingga pada akhirnya UNIX dapat dijalan di atas PC.

Salah satu turunan UNIX yang cukup terkenal adalah MINIX yang dibuat oleh Andrew Tannembaum. MINIX inilah yang menginspirasi seorang mahasiswa ilmu komputer University of Helsinki untuk mengembangkan sistem operasi baru. Berawal dari hobi, mengutak-atik MINIX, Linus Torvald mengembangkan Linux (Linux Is Not UNIX) pada tahun 1991. Linux dikembangkan secara free sehingga banyak orang dapat berkontribusi dalam pengembangan kode-kode Linux. Ya begitulah kurang lebih sejarah singkat dari lahirnya Linux. Oia, Linux yang dikembangkan oleh Linus kala itu bukanlah sistem operasi lengkap seperti Linux yang kita kenal sekarang, tapi hanya kernel, bagian dari sistem operasi yang mengatur komunikasi antara hardware dengan software. Untuk menjadi sistem operasi yang lengkap seperti saat ini dibutuhkan program-program lain. Nah, lisensi Linux dan program-program yang menyertainya di bawah GNU, maka dari itu nama Linux saja tak cukup tapi harus GNU/Linux😀.

Singkat cerita penyebaran Linux di muka bumi ini bersama dengan program-program yang menyertainya kemudian di paket menjadi satu yang kemudian disebut dengan distro atau distribusi Linux. 20 tahun sudah berlalu, terdapat ratusan distro Linux di dunia baik yang masih aktif maupun yang tinggal kenangan. Lalu bagaimana memilih distro Linux terbaik? Tidak ada aturan yang jelas karena (menurut saya) semua tergantung dari kebutuhan dan selera saja. Walaupun demikian, pada dasarnya semua distro itu sama hanya pemaketannya saja yang berbeda dan cara instalasinya yang berbeda.

Ketika sudah mendapatkan distro yang cocok, sebelum menginstallnya maka cek dulu semua hardware yang kita miliki, apakah sudah disupport Linux atau belum. Tapi menurut saya support linux untuk hardware saat ini sangatlah baik. Hanya saja beberapa vendor hardware seperti graphic card tidak menyertakan driver untuk Linux hingga terkadang kita perlu menginstall driver untuk graphic card tersebut secara manual.

Instalasi Linux berbeda-beda tergantung dari distro yang kita gunakan, ada yang menggunakan grafis, ada yang masih dengan tampilan lama, bahkan ada yang masih menggunakan teks. Tapi pada dasarnya step instalasinya sama, pengenalan keyboard, setting waktu, setting partisi harddisk, setting password root, setting user, tipe instalasi (laptopn, dekstop, server) dan setting jaringan. Hal ini lah yang menjadi salah kaprah bahwa Linux itu susah. Padahal banyak distro yang ditujukan bagi pemula dengan cara instalasi yang cukup mudah seperti Ubuntu, OpenSuse, Mandriva dll. Bagi yang ingin dual boot antara linux dengan windows, disarankan menginstal windows terlebih dahulu kemudian baru menginstal Linux karena bootloader Linux, LILO dan GRUB dapat mengenali bootloader windows tapi bootloader windows tidak dapat mengenali bootloader Linux. Linux dapat diinstal satu partisi dengan Windows atau berbeda partisi dengan windows, semua tergantung selera dan kebutuhan.

Salah satu hal yang menjadi kendala ketika migrasi ke Linux adalah padanan aplikasi antara windows dengan Linux. Pada dasarnya aplikasi yang berjalan di windows, di linux juga ada. Karena saya bekerja di Kimia maka, tabel berikut berisi padanan aplikasi antara windows dengan Linux. Untuk bidang-bidang yang lain silakan menyesuaikan.

Aplikasi

Windows

Linux

Office

Microsoft Office 2003, 2007, 2010

OpenOffice,LibreOffice,KOffice

Image editing

Adobe Photoshop

GIMP, BLENDER

Multimedia

Media Player, Winamp

Amarok, Juk, Audacious, MPlayer

PDF

Adobe Reader, FoxIt Reader

Okular, KPDF

Burning

Nero

K3B

Flowchart

Microsoft Visio

Dia

Komputasi kimia

HyperChem, Gaussian for Windows

GAMESS, Gaussian for Linux, MOPAC 2009 for Linux

Penggambaran Struktur

ChemOffice,ChemSketch,MarvinSketch, Rasmol, Molden, VMD.

XdrawChem, ChemTool, Rasmol linux, Molden linux, VMD linux

Kompresi

WinZip, WinRar, 7-Zip

Ark, File Roller,P7-Zip

Messenger

Yahoo Messenger

Pidgin

Mail Client

Outlook Express, Thunder Bird

Thunder Bird for Linux

Tabel di atas hanyalah sebagian kecil dari ratusan software yang dapat digunakan sebagai pengganti software yang sering kita gunakan di windows.

/////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////

Salah satu hal yang menjadi pembeda yang signifikan antara Linux dengan Windows adalah struktur dari direktori-direktori yang ada di Linux. Jika di windows kita mengenal adanya program files, document and setting, windows, drive D,E dst. Maka di linux tidak akan dijumpai folder-folder tersebut. Struktur direktori di Linux dimulai dari /(root) yang merupakan direktori induk dari semua direktori yang ada, oleh karena itu semua direktori selalu di bawah /, misalnya /usr, /home, /var dll. Biasanya ketika instalasi pada saat pemartisian, akan diminta untuk membuat partisi untuk /, maksudnya di partisi manakah direktori atau system Linux akan diinstal. Tabel di bawah ini akan menjelaskan direktori-direktori utama di system Linux

Direktori

isi

/bin

Berisi file binary standar yang digunakan oleh user maupun superuser

/boot

Berisi file yang digunakan untuk booting linux termasuk didalamnya kernel image

/dev

berisi file system khusus yang merupakan refleksi device hardware yang dikenali dan digunakan sistem

/etc

berisi file-file konfigurasi sistem, biasanya hanya boleh diubah oleh super user (root)

/home

berisi direktori-direktori yang merupakan direktori home untuk user biasa dan aplikasi tertentu

/lib

berisi file-file library yang digunakan untuk mendukung kerja kernel Linux

/mnt

direktori khusus yang disediakan untuk mounting (mengaitkan) device disk storage ke sistem dalam bentuk direktori

/proc

berisi file system khusus yang menunjukkan data-data kernel setiap saat

/root

direktori home untuk user root (user khusus dengan priviledges hampir tak terbatas)

/sbin

sama seperti direktori bin, tetapi hanya super user yang sebaiknya menggunakan binary-binary tersebut mengingat fungsi-fungsi binary yang terdapat di direktori ini untuk maintenance sistem

/tmp

berisi file-file sementara yang dibutuhkan sebuah aplikasi yang sedang berjalan, /tmp akan dibersihkan setiap kali reboot

/usr

berisi library, binary, dokumentasi dan file lainnya hasil instalasi

/var

berisi file-file log, mailbox dan data-data aplikasi

Salah satu hal yang perlu diingat ketika bekerja dengan Linux adalah mount points. Pernahkah kita berpikir mengapa ketika kita menghidupkan windows, langsung bisa mengakses drive-drive yang ada seperti C, D, E dll. ? Hal ini dikarenakan windows menggunakan automount sehingga semua partisi yang ada langsung bisa diakses. Dengan demikian user tidak perlu bingung bagaimana harus membuat mount points. Secara sederhana mount point merupakan direktori atau tempat di mana drive kita akan ditautkan. Beberapa distro modern seperti OpenSuse telah mengotomatisasi langkah ini. Contohnya: partisi harddisk saya di linux dikenal sebagai sda, sehingga ada sda1, sda5, sda6 dst. Sda5 berisi data-data saya dan saya ingin mengakses drive ini, maka yang perlu saya lakukan hanyalah membuat folder di bawah /mnt kemudian mengaitkan drive tersebut ke folder tersebut.

# mkdir /mnt/neax

kemudian edit /etc/fstab dan saya tambahkan baris berikut

/dev/sda5 /mnt/neax vfat fmask=111,dmask=000 1 0

kemudian jalankan mount dengan perintah

# mount -a

artinya mount akan me-mount semua partisi yang ditulis di /etc/fstab. Huuu, ribet juga ya? Haha, tenang saja kawan, distro besar saat ini telah mengatasi masalah ini dengan program automount mereka. Pengalaman saya menggunakan Ubuntu, file manager Ubuntu telah bisa mengenali semua partisi harddisk tanpa harus mengedit /etc/fstab.

Setelah kita berhasil menginstall linux di komputer, hal selanjutnya yang akan kita bahas adalah bagaimana cara menggunakannya, so stay tune [at] neax502.wordpress.com

To be continue…….

2 thoughts on “Short Introduction to GNU/Linux

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s