Antara aku, kau dan dia part 1

Neax bicara cinta?? haha, rasanya jarang sekali aku menuliskan segala sesuatu tentang cinta. Tapi kali ini cobalah bicara sedikit tentang cinta. Cinta bukanlah hal yang harus didefinisikan karena dengan mendefinisikan cinta itu justru malah akan mengaburkan makna tentang cinta. Cinta adalah sesuatu yang datang tak disangka-sangka (katanya) namun sebenarnya kehadiran cinta adalah karena kita undang dan kita biasakan. Sebagai contoh, mengapa orang Indonesia, termasuk saya suka sekali makan nasi? Dan susah untuk berpindah ke makanan yang lain? Ya, karena sejak kecil kita telah dibiasakan untuk makan nasi. Begitu juga jika kita sedang jatuh cinta pada orang lain, sebenarnya kita lah yang mengundang cinta itu dan membiasakannya. Mengundangnya dengan cara mendekatinya, bergaul dengannya dan membiasakannya mana kala dia hadir di dalam pikiran kita, justru kita malah menikmati kehadirannya hingga kemudian tak sadar bahwa kita telah jatuh cinta.

Setidaknya menurut saya cinta adalah interpretasi otak atas input berupa bisa aspek fisik maupun non fisik ditambah dengan pergaulan dengannya. Dari input tadi nanti otak akan mengolahnya hingga menghasilkan kesimpulan, saya mencintainya, o dia tampaknya mencintai saya dll. Kata tampaknya sengaja saya gunakan karena belum tentu interpretasi otak ini benar lho. Jadi jika kita patah hati atau cinta kita bertepuk sebelah tangan maka pertama kali adalah introspeksi diri, apakah pengolahan input dalam otak kita sudah benar? Ataukah jangan-jangan itu cuma imajinasi kita saja bahwa dia mencintai kita. Saya sering melihat teman-teman saya menjadi nglokro ketika patah hati, bahkan mungkin saya juga pernah, tapi dosen saya pernah berkata ketika kamu patah hati, kamu harus bahagia. Weh? Bahagia? Bagaimana mungkin kita bahagia sedangkan cinta kita ditolak? Usaha untuk mendapatkannya sia-sia. Ternyata memang benar, kita harus bahagia, bahagia karena kita masih diberikan kesempatan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk mencari jodoh yang lebih baik dari pada dia, bahagia karena mungkin kita dihindarkan dari keburukannya dll.

Sama seperti makhluk hidup lainnya, cinta juga memiliki energi, dan konon ada penelitian bahwa hilangnya rasa cinta pada seseorang disebabkan karena zat pemantik cinta di otak kita telah habis. Lalu bagaimanakah agar energi cinta kita tak habis? Energi cinta berkaitan dengan penyebab cinta tersebut, apakah karena dia cantik, tampan, kaya, terhormat? Jika cinta kita karena hal-hal ini, maka bersiap-siaplah kehabisan energi cinta. Faktor-faktor fisik di atas pasti sirna dimakan waktu, nah ketika faktor untuk mencintainya sirna, maka secara otomatis kita tidak lagi menjadi cinta lagi kepadanya. Oleh karena itu, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam menyuruh umatnya ketika menikahi wanita adalah menikahi karena agamanya agar cinta kita tetap langgeng.
Sering ketika cinta datang kita tidak siap untuk segera berkomitmen menikah dengannya. Btw, saya bukan termasuk aktivis pendukung pacaran, baik secara aktivitas fisik maupun secara terselubung via sms, facebook dll.

Kata teman saya dulu waktu kelas 1 SMA katanya pacaran bisa meningkatkan prestasi belajar? Loh? pacaran motivasi kita untuk belajar akan meningkat tapi menurutku itu adalah sesuatu yang mustahil, bagaimana kita dapat berkonsentrasi belajar sedangkan pikiran kita selalu membayangkan dirinya. Anggaplah hal itu benar, lantas berapa prosentase pacaran dapat meningkatkan motivasi belajar sehingga nilai akan naik. Berapa banyak yang pacaran justru nilai mereka hancur berantakan!

Saya melihat fenomena ini dari sisi lain, nilai mereka yang naik merupakan kenikmatan yang diberikan oleh Alloh, jadi Alloh hendak menguji seberapa mereka bersyukur dengan kenikmatan yang Ia berikan. Apakah dengan kenikmatan yang Ia berikan mereka lantas bersykur atau masih tetap bermaksiat kepada-Nya. Lalu apakah benar pacaran adalah perwujudan cinta kita? Hah, gombal itu, mana mungkin! Jika kita mencintainya, maka kita akan berusaha menjaganya, melindunginya dan tidak membuatnya terluka. Berapa banyak orang yang putus pacaran lalu hilang persahabatan dengan mantannya. Betul sekali kata teman saya bahwa persahabatan itu lebih abadi daripada pacaran. Kembali ke awal, ketika kita telah jatuh cinta sedangkan kita tak mampu berkomitmen untuk segera menikah, maka cara terbaik adalah dengan melupakannya dan tidak membuat komitmen dengan dia. Nah, inilah yang sering keliru, kita terlanjur membuat komitmen tapi ternyata ortu masih belum setuju hingga pada akhirnya berhubungan ra jelas😀.

Lalu bagaimanakah cara melupakannya? Caranya sederhana, hilangkan rasa ingin mengejar. Ya, inilah yang kadang saya gunakan ketika ingin melupakan seseorang. Bukankah kita masih orang tua ? Buktikan dulu pada mereka cinta kita terhadap mereka dengan membahagiakannya, lulus cepat (semoga) dengan nilai baik plus cara-cara terpuji. Selain itu, ingat akibat buruk apa yang akan kita peroleh ketika kita bisa mendapatkannya. Mungkin memang kita bisa merasakan cinta, tapi ingatlah hal itu justru akan membuat murka Allah. Cara kedua ingat-ingatlah kekurangan dia, bukan berarti harus ngrasani dia, tapi jadikan itu sebagai tool untuk menghilangkan keinginan terhadapnya. Misalnya, putihnya karena panuan😀. dan cara pamungkas adalah ikhlaskan semua karena Allah dan berdo’ a agar kita dijauhkan dari keburukan cinta.

Ah, jam di komputer sudah menunjukkan pukul 05:50 saatnya mandi dan sarapan. Ibuku sangat mencintaiku, dia selalu bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan bagi anaknya. Di lain hari, saya akan bahas lagi tentang cinta, meski saya bukan pakar cinta, yah sekedar sharing saja dari pada numpuk di pikiran. Oia, di bawah ini saya berikan link-link yang bagus dalam membahas cinta bagaimanakah agar cinta tidak membunuh kita dll.
http://romisatriawahono.net/2008/11/18/ketika-cinta-ini-membunuhmu/
http://abuumar.com/remaja/74/
http://abuumar.com/remaja/korban-cinta/

#jum’at pagi 29 April 2011, ditulis dalam rangka melupakannya.

“orang yang paling merana di muka bumi adalah orang yang sedang jatuh cinta, meski engkau melihat dia merasakan manisnya cinta, tapi dia selalu menangis. Di saat dekat dengannya dia menangis, dia saat jauh dengannya dia juga menangis. Entah menangis karena enggan berpisah, dan menangis karena menahan kerinduan yang mendalam. Cinta yang tidak berjalan di atas aturan-Nya permulaannya adalah sesuatu yang manis, pertengahannya adalah kegelisahan dan akhirnya adalah kehancuran”

9 thoughts on “Antara aku, kau dan dia part 1

  1. absolutly bro, fantastis, dan inspiratif. Gak gue sangka aja kamu yang ngaku bukan pakar cinta bisa bicara cinta dengan menarik begitu, bolehlah???
    Btw, opsi untuk tidak pacaran gue spakat banget, dan terkait cinta yang kata kamu punya energi,
    i think i dont agree with you sob: “love dont have energy”, but love is heart, how we make heart always feel love? (not just love girlfriend or boyfriend, but beyond it)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s